Kamis, 31 Januari 2008

I am a losser

Hujan rintik masih tak henti jatuh di luar sana. Mengantarkan dingin yang menggigit ke dalam tulang. Malam terasa makin gelap dibawah langit tertutup awan tebal.

Ku coba untuk tetap tegar, tak terisak maupun menitikan air mata. Melewati malam sunyi ber teman hujan. Hatipun perlahan hangat dengan perih yang terus merobek rasa. Berkali aku menghirup nafas panjang, mencoba berdamai dengan gejolak hati yang merintih pedih.

Sungguh, tak perlu menyalahkan siapapun kecuali diri sendiri. Karena kebodohan dan kenaifan diri menjebak aku dalam sebuah permainan hidup. Pilihan hidup adalah mutlak hak ku dan semestinya aku cermat memilih jalan.

Aku terlena di jalan yang kukira penuh ketulusan dan rasa sayang. Kubiarkan beku itu mencair oleh hangat semu. Begitu cair sehingga kehilangan kediriannya dan menjadi aku yang bukan lagi aku yang biasa. Kubiarkan bahagia palsu memelukku. Ku lepaskan angan dan kata terbang menembus impian. Dan angin membelai rambutku. Ku sambut cahaya dengan gembira dan hati penuh bunga. Hanya untuk jatuh dan terkapar. Remuk berkeping. Aku tak lebih dari sebuah hampa. Aku bukan apa-apa.

Dan, kini kucoba berdiri tertatih, dengan darah yang terus mengalir, dengan nyeri yang terus menyiksa, dengan sisa asa yang tertinggal. Aku tak tahu apakah nanti aku mampu menegakan diri? Apakah hanya akan terpuruk di sudut dan perlahan berdebu?

Tak akan kusalahkan siapapun. Jajaran huruf, rangkaian kalimat akan terhapus oleh masa. Sebuah cerita akan tertanam jauh di dalam hati.

Hanya satu yang ingin aku titipkan pada angin dini hari tadi
”CONGRATULATION, THE GAME IS OVER. YOU ARE THE WINNER, I AM THE LOOSER

2 komentar:

Apr mengatakan...

duhh isi blognya benar benar melo..
eniwei.. ketika orang memilih untuk menyakiti kita, jangan berpikir bahwa kita yang menjadi loser. sebaliknya dia sendirilah yang menjadi loser, karena dalam hidup, apa yang kita petik adalah apa yang kita tanam. luka yang dia tinggalkan mungkin adalah awal dari perjalanan hidup baru kita yang lebih baik. karena pada saat kita jatuh, maka selangkah lagi kita menuju sukses. I always believe that :-)

melloworld mengatakan...

mungkin dia menganggap semua seperti game..ada winner ada losser. mempermainkan hati
Thanks buat supportnya..