embun di pucuk ilalang
berayun perlahan
di pagi pertama musim kemarau panjang
kupu-kupu kecil kuning terang
menari berpasangan
rentak kasmaran
padang ilalang berayun lembut
dalam hangat pagi yang bening penuh rindu
dan desaunya melangutkan kalbu
Minggu, 18 Mei 2008
Kuta
aku melangkah di pantaimu
bersama harapan yang kian sayup
dan kenangan yang meredup
dalam sepinya sendiriku
matahari merahmu pun begitu sendu
dan hembusmu menyanyikan pilu
saat sisa hangat pasirmu menyapa kakiku
dan ombakmu kembali ke laut biru
di tempat ini
aku tak benar-benar sendiri
begitu banyak yang menyertai
tapi, hatiku sungguh sungguh sepi
sepi
nyeri
dan gemuruh ombak itu
seperti gemuruh tangis dalam hatiku
saat kau melukaiku
dengan rangkaian katamu
dan aku hanya mampu terduduk dipantaimu
merintih menahan lukaku
menutupi wajahku
yang selalu basah dengan airmataku
setiap kali aku mengingatmu
bersama harapan yang kian sayup
dan kenangan yang meredup
dalam sepinya sendiriku
matahari merahmu pun begitu sendu
dan hembusmu menyanyikan pilu
saat sisa hangat pasirmu menyapa kakiku
dan ombakmu kembali ke laut biru
di tempat ini
aku tak benar-benar sendiri
begitu banyak yang menyertai
tapi, hatiku sungguh sungguh sepi
sepi
nyeri
dan gemuruh ombak itu
seperti gemuruh tangis dalam hatiku
saat kau melukaiku
dengan rangkaian katamu
dan aku hanya mampu terduduk dipantaimu
merintih menahan lukaku
menutupi wajahku
yang selalu basah dengan airmataku
setiap kali aku mengingatmu
Kamis, 08 Mei 2008
Istana Pasir
kudengar sebuah lagu
tentang matahari
lagu perih pilu
tentang sebuah nyeri
ku lihat dia menari
bagaikan seorang putri
di istana pasir
yang tak henti runtuh
oleh sapaan angin
dia tersenyum,
dia menyapa
namun kulihat mendung
saat kuselami hatinya
dia berdiri gamang
di beranda istana pasir
yang perlahan runtuh
oleh sapaan angin
putri,
aku tahu kau ingin mati
tapi tidak dengan cara ini
putri,
meski tak kau temui cinta sejati
tapi kau miliki yang lebih sejati
kejujuran dirimu
untuk selalu mencintai
tentang matahari
lagu perih pilu
tentang sebuah nyeri
ku lihat dia menari
bagaikan seorang putri
di istana pasir
yang tak henti runtuh
oleh sapaan angin
dia tersenyum,
dia menyapa
namun kulihat mendung
saat kuselami hatinya
dia berdiri gamang
di beranda istana pasir
yang perlahan runtuh
oleh sapaan angin
putri,
aku tahu kau ingin mati
tapi tidak dengan cara ini
putri,
meski tak kau temui cinta sejati
tapi kau miliki yang lebih sejati
kejujuran dirimu
untuk selalu mencintai
Rabu, 07 Mei 2008
Another Story 3
Semalam, saat saya baru membuka Mentari Bandungku, sebuah sms masuk "Sudah bobo ya, Dek...?"...sebuah pesan pendek yang dikirim oleh YS. jam 00.29, kemarin malam.
Saya coba membalas sms yang terlambat dibaca 20 jam itu... Saya khawatir ada yang terjadi sampai dia menyapa ditengah malam begitu..dan beberapa kali kami bertukar sapa..sampai semakin saya tahu mengenai masalah yang menghimpitnya. Sedihnya hatiku..
Kemudian siang ini saya coba untuk menyapanya. Semula terdengar suara ragu menjawab. Dan akhirnya kami terlibat pembicaraan seru..seperti waktu tak pernah memisahkan kami sebelumnya.
Yang bikin saya surprise saat dia bilang " kamu bikin aku bisa ketawa lagi, Dek...Sumpah, aku ga becanda. persoalan ku itu dah bikin aku ga bisa tersenyum selama tiga bulan belakangan ini. Sapaan kamu bikin aku bisa ketawa sampe nangis. Kamu masih aja bikin aku gemes. Kalau kamu deket, aku cubit pipi kamu sampai biru"...
Terimakasih Ya Allah, saya masih diberi kesempatan untuk membuat seseorang bahagia hari ini...membuat seseorang sejenak melupakan duka yang menghimpit hatinya..Alhamdulillah
sampai diakhir pembicaraan dia menutup "Terimakasih Dek..terimakasih. Terimakasih dah bikin saya lebih lega dan bisa tertawa. Aku tuh selalu kangen sama kamu"..
Gubraks... Please, jangan pernah kangen sama saya... lupakan semua yang pernah kamu rasakan di masa lalu.. saya bukan lagi Dek Dee yang kamu kenal dulu..
Saya coba membalas sms yang terlambat dibaca 20 jam itu... Saya khawatir ada yang terjadi sampai dia menyapa ditengah malam begitu..dan beberapa kali kami bertukar sapa..sampai semakin saya tahu mengenai masalah yang menghimpitnya. Sedihnya hatiku..
Kemudian siang ini saya coba untuk menyapanya. Semula terdengar suara ragu menjawab. Dan akhirnya kami terlibat pembicaraan seru..seperti waktu tak pernah memisahkan kami sebelumnya.
Yang bikin saya surprise saat dia bilang " kamu bikin aku bisa ketawa lagi, Dek...Sumpah, aku ga becanda. persoalan ku itu dah bikin aku ga bisa tersenyum selama tiga bulan belakangan ini. Sapaan kamu bikin aku bisa ketawa sampe nangis. Kamu masih aja bikin aku gemes. Kalau kamu deket, aku cubit pipi kamu sampai biru"...
Terimakasih Ya Allah, saya masih diberi kesempatan untuk membuat seseorang bahagia hari ini...membuat seseorang sejenak melupakan duka yang menghimpit hatinya..Alhamdulillah
sampai diakhir pembicaraan dia menutup "Terimakasih Dek..terimakasih. Terimakasih dah bikin saya lebih lega dan bisa tertawa. Aku tuh selalu kangen sama kamu"..
Gubraks... Please, jangan pernah kangen sama saya... lupakan semua yang pernah kamu rasakan di masa lalu.. saya bukan lagi Dek Dee yang kamu kenal dulu..
Dia HIDUP, meskipun dia mati
Suatu hari, aku duduk berdua dengan sahabatku "the Lost Boy" alias "si Justice is not for All". Dia duduk menunduk, memencet-mencet hpnya sambil berkata pelan " Si F, selama aku di luar kota, ga ada sekalipun kirim sms sama aku. Sekedar bertanya apa kabar kek, atau apa. Padahal, dulu segitu ngejarnya sama kerjaan aku".....
Aku menatapnya seraya bergumam " F lagi sibuk, Mas. Banyak beban pikiran. Akukan sebulan in kerja bareng sama dia."
Dia tersenyum sinis "Sist, kamu juga sibuk. Malah kamu lebih sibuk karena musti bolak-balik ngurusin kerjaan dia. Tapi kamu masih sempat menyapaku, mengirimku sms. Mengabariku kondisi terbaru jadi aku well informed. Dia sih memang ga inget aku. Cuma inget klo ada butuhnya aja."
Aku kembali menatapnya "dia ga begitu, Mas. Dia inget, cuma tipe dia ga seperti aku. Mungkin males ngetik sms. Atau ga punya pulsa buat ngobrol panjang-panjang. Yang aku tahu sih, memang bebannya lagi banyak banget"
Tiba-tiba dengan emosional dia menyergahku " Sist, kamu tahu arti seorang sahabat? Jika dia ada selalu dalam hatimu, dia itu HIDUP, meskipun dia sudah mati. Tapi jika dia tidak pernah ada dalam hatimu dia itu MATI meskipun dia itu masih hidup."
Aku sungguh kaget dengan cara pandangnya. Tapi dia terus mengulang kata-kata itu...yang perlahan justru memancing air mataku, perih yang mengalir dalam hati...Tentang seseorang yang telah lama pergi. Dia yang selalu hidup dalam hatiku, meskipun dia sudah lama tiada. Dia yang selalu menyejukan hatiku. Kata katanya mengingatkanku padamu BA..Betapa aku kangeeeen padamu..
Ya,... engkau memang selalu hidup dalam hatiku..
Aku menatapnya seraya bergumam " F lagi sibuk, Mas. Banyak beban pikiran. Akukan sebulan in kerja bareng sama dia."
Dia tersenyum sinis "Sist, kamu juga sibuk. Malah kamu lebih sibuk karena musti bolak-balik ngurusin kerjaan dia. Tapi kamu masih sempat menyapaku, mengirimku sms. Mengabariku kondisi terbaru jadi aku well informed. Dia sih memang ga inget aku. Cuma inget klo ada butuhnya aja."
Aku kembali menatapnya "dia ga begitu, Mas. Dia inget, cuma tipe dia ga seperti aku. Mungkin males ngetik sms. Atau ga punya pulsa buat ngobrol panjang-panjang. Yang aku tahu sih, memang bebannya lagi banyak banget"
Tiba-tiba dengan emosional dia menyergahku " Sist, kamu tahu arti seorang sahabat? Jika dia ada selalu dalam hatimu, dia itu HIDUP, meskipun dia sudah mati. Tapi jika dia tidak pernah ada dalam hatimu dia itu MATI meskipun dia itu masih hidup."
Aku sungguh kaget dengan cara pandangnya. Tapi dia terus mengulang kata-kata itu...yang perlahan justru memancing air mataku, perih yang mengalir dalam hati...Tentang seseorang yang telah lama pergi. Dia yang selalu hidup dalam hatiku, meskipun dia sudah lama tiada. Dia yang selalu menyejukan hatiku. Kata katanya mengingatkanku padamu BA..Betapa aku kangeeeen padamu..
Ya,... engkau memang selalu hidup dalam hatiku..
Mengapa Kau Menangis, Sayang
Selama ini kita banyak melalui hari-hari bersama. Begitu dekat, begitu akrab.
Banyak hal kau bisikan kepadaku tentang hatimu. Aku ingat saat kau mendekapku dan membisikan rasa bahagiamu yang tak terkira, hanya untuk sebuah perhatian kecil...
Kamu memang banyak sekali berbagi denganku. Tentang rindumu, desah bahagiamu, tapi... belakangan ini yang kau bagi selalu air matamu....air mata dan air mata...
Kau menangis dalam sunyi kamarmu. Terisak nyaris tanpa suara. Memelukku sangat erat, mendekapku dan membasahiku dengan curahan airmata yang begitu banyak, nyaris tanpa cerita. Hanya airmata dan air mata. Namun airmata itu mencerminkan betapa besar perih yang ada dalam hatimu.
Mengapa kini kau selalu menangis, Sayang? Tanpa kata-kata, hanya air mata.. Kemana senyummu dulu saat mendekapku? Kemana mesramu dulu saat kau memelukku. Kemana desahmu di sela kangenmu? Hanya airmata sampai kau jatuh terlelap. Hanya desah resahmu disela tidurmu yang gelisah...
Banyak hal kau bisikan kepadaku tentang hatimu. Aku ingat saat kau mendekapku dan membisikan rasa bahagiamu yang tak terkira, hanya untuk sebuah perhatian kecil...
Kamu memang banyak sekali berbagi denganku. Tentang rindumu, desah bahagiamu, tapi... belakangan ini yang kau bagi selalu air matamu....air mata dan air mata...
Kau menangis dalam sunyi kamarmu. Terisak nyaris tanpa suara. Memelukku sangat erat, mendekapku dan membasahiku dengan curahan airmata yang begitu banyak, nyaris tanpa cerita. Hanya airmata dan air mata. Namun airmata itu mencerminkan betapa besar perih yang ada dalam hatimu.
Mengapa kini kau selalu menangis, Sayang? Tanpa kata-kata, hanya air mata.. Kemana senyummu dulu saat mendekapku? Kemana mesramu dulu saat kau memelukku. Kemana desahmu di sela kangenmu? Hanya airmata sampai kau jatuh terlelap. Hanya desah resahmu disela tidurmu yang gelisah...
Ingin
ingin kusandarkan lelah pikirku
di bahu nyaman milikmu
yang ada dalam mimpi semuku
ingin ku rebahkan resah hatiku
dalam peluk rindumu
yang hangat dengan nafasmu
dalam anganku
aku telah terpuruk
dalam sendu
dalam pilu
di bahu nyaman milikmu
yang ada dalam mimpi semuku
ingin ku rebahkan resah hatiku
dalam peluk rindumu
yang hangat dengan nafasmu
dalam anganku
aku telah terpuruk
dalam sendu
dalam pilu
Aku Rindu
aku rindu,
sungguh
meskipun ku tahu
aku tak ada dalam hatimu
aku rindu
sungguh
merasakan tegurmu
yang kadang membuatku tersipu
aku rindu
rindu pada sapamu
rindu pada ketukmu
dan kau telah berlalu
dari hidupku
sungguh
meskipun ku tahu
aku tak ada dalam hatimu
aku rindu
sungguh
merasakan tegurmu
yang kadang membuatku tersipu
aku rindu
rindu pada sapamu
rindu pada ketukmu
dan kau telah berlalu
dari hidupku
Selasa, 06 Mei 2008
LELAH HATI2
Aku sangat lelah sekali hari ini
Menghadapi hidup yang semakin rumit
Hidup yang penuh dengan jebakan & nyeri
Hidup yang penuh teka teki
Hidup yang berjalan tanpamu lagi
Aku ingin menyadarkan kepalaku
Ke dada sepimu
Tapi kau telah melangkah pergi dariku
Dan kini
Kubawa lelahku dalam perjalanan sunyi
Menyimpan segala dalam hati
Dan hatiku selalu membisikan ribuan kata tanpa henti
Sayang, aku rindu
Menghadapi hidup yang semakin rumit
Hidup yang penuh dengan jebakan & nyeri
Hidup yang penuh teka teki
Hidup yang berjalan tanpamu lagi
Aku ingin menyadarkan kepalaku
Ke dada sepimu
Tapi kau telah melangkah pergi dariku
Dan kini
Kubawa lelahku dalam perjalanan sunyi
Menyimpan segala dalam hati
Dan hatiku selalu membisikan ribuan kata tanpa henti
Sayang, aku rindu
Villa Bunga, Sentuhan Shubuh
Pukul 4 lewat sedikit,
Sapamu menyapa telinga,
Begitu lembut membangunkanku
Dari tidurku yang tak lelap
Saat perlahan ku buka mata mata ngantukku,
Ku lihat wajah penuh senyum
Dan tatapan sejuk menatapku,
Saat kau meraih ku,
Tangan hangatmu membimbingku,
Ke balkon barat lantai dua
Lihatlah Dee,
Ada bulan di atas gunung
Lembut engkau berbisik ditelingaku
Lalu kita duduk berdampingan dibangku kayu
Angin dingin menyapa tubuh
Menggigilkanku,
Engkau merengkuh ku mendekat
Ku dengar azan bergaung dari bawah gunung nan jauh,
Waktu shubuh tlah tiba, Dee
Kita bershalat dulu
Kau membimbingku masuk seraya tersenyum…
Kita akan lihat lagi bulan mu setelah ini..
Sapamu menyapa telinga,
Begitu lembut membangunkanku
Dari tidurku yang tak lelap
Saat perlahan ku buka mata mata ngantukku,
Ku lihat wajah penuh senyum
Dan tatapan sejuk menatapku,
Saat kau meraih ku,
Tangan hangatmu membimbingku,
Ke balkon barat lantai dua
Lihatlah Dee,
Ada bulan di atas gunung
Lembut engkau berbisik ditelingaku
Lalu kita duduk berdampingan dibangku kayu
Angin dingin menyapa tubuh
Menggigilkanku,
Engkau merengkuh ku mendekat
Ku dengar azan bergaung dari bawah gunung nan jauh,
Waktu shubuh tlah tiba, Dee
Kita bershalat dulu
Kau membimbingku masuk seraya tersenyum…
Kita akan lihat lagi bulan mu setelah ini..
Bandung in Blue
Bandung,
Aku datang lagi
Kali ini tanpa nyeri
Hanya seleret sunyi
Yang mengisi hati
Sejak engkau pergi
Bandung,
Aku coba menapakimu
Dengan gamang langkahku
Dan aku hanya bisa berdiri termangu
Di sela angin dinginmu yang membeku
Sebeku hatimu
Bandung
Meski semua kusimpan dalam senyumku
Hngga tak seorangpun tahu
Sepi itu tlah membiru
Sebiru hatiku
Aku datang lagi
Kali ini tanpa nyeri
Hanya seleret sunyi
Yang mengisi hati
Sejak engkau pergi
Bandung,
Aku coba menapakimu
Dengan gamang langkahku
Dan aku hanya bisa berdiri termangu
Di sela angin dinginmu yang membeku
Sebeku hatimu
Bandung
Meski semua kusimpan dalam senyumku
Hngga tak seorangpun tahu
Sepi itu tlah membiru
Sebiru hatiku
Nyeri itu buatku
Bandung
Mengapa kini selalu menyisakan perih yang menusuk hati
Meskipun aku berada dalam sorak sorai dan keceriaan
Hanya sakit yang menguasai hati
Begitu nyeri
Hanya kenangan yang pernah tertinggal
Hanya sebuah momen singkat yang tersimpan begitu dalam di hati
Yang kini menjadi nyeri
Entah kapan nyeri itu kan berlalu
Entah kapan semua pedih itu hilang
Waktu terus berjalan
Semoga akan ada cara untuk menguatkanku
Mengapa kini selalu menyisakan perih yang menusuk hati
Meskipun aku berada dalam sorak sorai dan keceriaan
Hanya sakit yang menguasai hati
Begitu nyeri
Hanya kenangan yang pernah tertinggal
Hanya sebuah momen singkat yang tersimpan begitu dalam di hati
Yang kini menjadi nyeri
Entah kapan nyeri itu kan berlalu
Entah kapan semua pedih itu hilang
Waktu terus berjalan
Semoga akan ada cara untuk menguatkanku
Doa dalam Mimpi
Lihatlah,
Kau tlah melangkah jauh
Menempuh jalan terbaik bagimu
Tapi
Dihatiku kau tetap ditempat yang sama
Meski yang tertinggal hanya kenangan
Dalam mimpi
Kutemui engkau
Meski tak lagi kulihat senyummu
Tak kurasakan lagi hangatmu
Tak kutatap lagi cahaya matamu
Tapi izinkanlah aku
bersandar dibahumu
memeluk tanganmu
dalam anganku
sebelum aku jatuh tertidur
maafkan
bila manjaku pernah meracuni hidupmu
tegarku tlah merubah arahmu
Smoga saat ini kau telah lebih mengerti
segalanya bagi kebahagiaanmu
tak ada sedikitpun buatku
dan
meskipun kau tlah jauh pergi
meskipun kau telah dengan seseoranng yang lain
doaku slalu bersamamu
dalam sujudku
bahkan dalam mimpiku
dalam rasa sayangku yang tak pernah pergi
Kau tlah melangkah jauh
Menempuh jalan terbaik bagimu
Tapi
Dihatiku kau tetap ditempat yang sama
Meski yang tertinggal hanya kenangan
Dalam mimpi
Kutemui engkau
Meski tak lagi kulihat senyummu
Tak kurasakan lagi hangatmu
Tak kutatap lagi cahaya matamu
Tapi izinkanlah aku
bersandar dibahumu
memeluk tanganmu
dalam anganku
sebelum aku jatuh tertidur
maafkan
bila manjaku pernah meracuni hidupmu
tegarku tlah merubah arahmu
Smoga saat ini kau telah lebih mengerti
segalanya bagi kebahagiaanmu
tak ada sedikitpun buatku
dan
meskipun kau tlah jauh pergi
meskipun kau telah dengan seseoranng yang lain
doaku slalu bersamamu
dalam sujudku
bahkan dalam mimpiku
dalam rasa sayangku yang tak pernah pergi
JANGAN TAKUT
Jangan takut
itu cuma aku
yang sedang berdiri dengan pikiranku
aku tak akan pernah mengganggu kehidupan nyatamu
karena aku ingin kau tetap bahagia
dengan apa yang sudah kau miliki
jangan takut
karena aku kan tetap berdiri disini
tak akan pernah datang untuk menghancurkan hidupmu
tak akan pernah datang untuk merebut kebahagiaanmu
jangan takut
aku hanya akan memandangmui
just keep an alien living inside me
itu cuma aku
yang sedang berdiri dengan pikiranku
aku tak akan pernah mengganggu kehidupan nyatamu
karena aku ingin kau tetap bahagia
dengan apa yang sudah kau miliki
jangan takut
karena aku kan tetap berdiri disini
tak akan pernah datang untuk menghancurkan hidupmu
tak akan pernah datang untuk merebut kebahagiaanmu
jangan takut
aku hanya akan memandangmui
just keep an alien living inside me
Give Me a Glass of Hot Chocolate
Beri aku segelas coklat panas
Tuk hilangkan dingin yang menyergap jiwa
Dan pedih yang meliputi hati
Disela mendung dan gerimis
Yang turun tiada henti...
Beri aku segelas coklat panas
Yang menghangatkan kalbu
Dan mencairkan rindu
Yang telah lama beku
Beri aku segelas coklat panas
Untuk kunikmati sambil merenung
Menelusuri jalan panjang
Yang begitu sulit di depan
Tuk hilangkan dingin yang menyergap jiwa
Dan pedih yang meliputi hati
Disela mendung dan gerimis
Yang turun tiada henti...
Beri aku segelas coklat panas
Yang menghangatkan kalbu
Dan mencairkan rindu
Yang telah lama beku
Beri aku segelas coklat panas
Untuk kunikmati sambil merenung
Menelusuri jalan panjang
Yang begitu sulit di depan
CAHAYA 1.2
Engkau seperti cahaya,
Yang membantuku berjalan
Di gelap malam
Engkau seperti cahaya
Yang menghangatkanku
Saat dingin menyergapku
Engkau seperti cahaya
Yang menerangiku
Saat aku berdiam di ruang sunyi
Engkau seperti cahaya
Yang mewarnai hatiku
Saat kegelapan mencoba menyergap
Engkau seperti cahaya
Yang menemaniku melewati malam
Yang menghiburku saat ku duka
Yang membuatku tersenyum saat air mata menggenang
Yang membangkitkanku saat terpuruk
Tetaplah jadi cahayaku,
Sekarang
Dan selamanya
Panasnya engkau mencairkan beku
Hangatnya engkau melunakkan kalbu
Terangnya engkau menyinariku
Engkau cahayaku,
Temani aku selamanya,
selamanya
I Love U,
Forever
Yang membantuku berjalan
Di gelap malam
Engkau seperti cahaya
Yang menghangatkanku
Saat dingin menyergapku
Engkau seperti cahaya
Yang menerangiku
Saat aku berdiam di ruang sunyi
Engkau seperti cahaya
Yang mewarnai hatiku
Saat kegelapan mencoba menyergap
Engkau seperti cahaya
Yang menemaniku melewati malam
Yang menghiburku saat ku duka
Yang membuatku tersenyum saat air mata menggenang
Yang membangkitkanku saat terpuruk
Tetaplah jadi cahayaku,
Sekarang
Dan selamanya
Panasnya engkau mencairkan beku
Hangatnya engkau melunakkan kalbu
Terangnya engkau menyinariku
Engkau cahayaku,
Temani aku selamanya,
selamanya
I Love U,
Forever
Wanayasa
Sesungguhnya, disinilah ingin kuhabiskan sisa hidupku.
Di antara hembus angin dingin dan gemerisik tusam.
Hidup diantara bunga-bunga, yang menghidupkanku.
Bermimpi diantara harum dan warna yang mengisi mimpi.
Bersama kekasih yang merengkuhku,
duduk berdua memandang dari ketinggian.
Bersama kekasih tempat ku sandarkan kepalaku,
diam dan hanya diam,
berbincang dengan hatiku,
memandangi riak air danau
Biarlah angin dingin itu mendekapku,
biarlah harum cemara menyekapku,
aku ingin bermain di taman impianku
bersamamu dalam hatiku..
bersama cintaku,
Di antara hembus angin dingin dan gemerisik tusam.
Hidup diantara bunga-bunga, yang menghidupkanku.
Bermimpi diantara harum dan warna yang mengisi mimpi.
Bersama kekasih yang merengkuhku,
duduk berdua memandang dari ketinggian.
Bersama kekasih tempat ku sandarkan kepalaku,
diam dan hanya diam,
berbincang dengan hatiku,
memandangi riak air danau
Biarlah angin dingin itu mendekapku,
biarlah harum cemara menyekapku,
aku ingin bermain di taman impianku
bersamamu dalam hatiku..
bersama cintaku,
LEAVING
finally, ur time of leaving is come.
and u want to forget all memories we ever made.
for ur live, over is over, over just over.
and i just something to forget, nothing to remember.
u ever be my inspiration,
u ever be someone who push me to write down,
u ever be the sunshine of my life,
u ever be my happiness and smile,
u ever be someone to talk to.
and u said that u want to leaving,
leaving me.
u said that u always hurt me,
u always misunderstood and misperception.
u did not want to hurt me anymore,
so u just want to leave me.
But, it hurt me,
deep so deeply inside,
to my heart and my mind
and u said that u knew
that i always take care of u,
always be the good companion in your life,
and u love to be with me,
but u have to leave me.
and u re leaving
and let me alone with my empty heart.
U take my heart,
U take my mind,
u take my soul..
i feel so empty..
dan waktu terus berjalan,
air mata mengalir dalam diam dan sunyi.
kerinduanku seperti sebuah pisau.
yang menggoresku setiap waktu..
dan kini aku tak mampu lagi menulis,
aku lumpuh
and u want to forget all memories we ever made.
for ur live, over is over, over just over.
and i just something to forget, nothing to remember.
u ever be my inspiration,
u ever be someone who push me to write down,
u ever be the sunshine of my life,
u ever be my happiness and smile,
u ever be someone to talk to.
and u said that u want to leaving,
leaving me.
u said that u always hurt me,
u always misunderstood and misperception.
u did not want to hurt me anymore,
so u just want to leave me.
But, it hurt me,
deep so deeply inside,
to my heart and my mind
and u said that u knew
that i always take care of u,
always be the good companion in your life,
and u love to be with me,
but u have to leave me.
and u re leaving
and let me alone with my empty heart.
U take my heart,
U take my mind,
u take my soul..
i feel so empty..
dan waktu terus berjalan,
air mata mengalir dalam diam dan sunyi.
kerinduanku seperti sebuah pisau.
yang menggoresku setiap waktu..
dan kini aku tak mampu lagi menulis,
aku lumpuh
Jangan bersedih Cinta
Usah menangis cinta,
Meskipun engkau harus terluka
Karena dengan sakit
Engkau mencari kesejatian
Usah bersedih cinta
Karena perbedaan adalah biasa
Karena ketidaksetiaan itu lumrah
Seperti juga engkau, tak bersetia pada pikiran dan prinsipmu
Kadang engkau mencari cara lain
Untuk menghibur hatimu
Dan kembali kepada hidupmu
Kesejatian cinta hanya milik Dia
Kesetian cinta hanya untuk Dia
Seperti engkau tak akan pernah berpaling dari keyakinanmu
Sungguh Dia mencintaimu dengan sangat manis
Sungguh Dia mengasihimu sepanjang hidup
Meskipun engkau tak setia
Meskipun engkau terlupa
Dia tetap memberimu bahagia
Meskipun engkau harus terluka
Karena dengan sakit
Engkau mencari kesejatian
Usah bersedih cinta
Karena perbedaan adalah biasa
Karena ketidaksetiaan itu lumrah
Seperti juga engkau, tak bersetia pada pikiran dan prinsipmu
Kadang engkau mencari cara lain
Untuk menghibur hatimu
Dan kembali kepada hidupmu
Kesejatian cinta hanya milik Dia
Kesetian cinta hanya untuk Dia
Seperti engkau tak akan pernah berpaling dari keyakinanmu
Sungguh Dia mencintaimu dengan sangat manis
Sungguh Dia mengasihimu sepanjang hidup
Meskipun engkau tak setia
Meskipun engkau terlupa
Dia tetap memberimu bahagia
Ruang PENUH MATAHARI
Kekasih,
Kutunggu kau di ruang penuh matahari pagi
Dalam rindu yang hangat
Dan beraroma wangi
Dalam segarnya sentuhan citrus lift
Paduan tangerine, lemon grass dan aloe vera
Yang terurai di atas bantal
Dan waktu terus berlalu,
Dan matahari berbalut mendung
Mengantarkan beku ke dalam ruanganku
Mengeraskan segenap rindu
Dan waktu terus berlalu
Mataharipun tlah berlari ke barat
Dan gelap menyergap
Dan sunyi menghimpit
Kekasih,
Ka tak pernah kembali
Kutunggu kau di ruang penuh matahari pagi
Dalam rindu yang hangat
Dan beraroma wangi
Dalam segarnya sentuhan citrus lift
Paduan tangerine, lemon grass dan aloe vera
Yang terurai di atas bantal
Dan waktu terus berlalu,
Dan matahari berbalut mendung
Mengantarkan beku ke dalam ruanganku
Mengeraskan segenap rindu
Dan waktu terus berlalu
Mataharipun tlah berlari ke barat
Dan gelap menyergap
Dan sunyi menghimpit
Kekasih,
Ka tak pernah kembali
Izinkan Aku Melupakanmu
Sunyi mengalun sampai jauh
Meresap ke dalam hati
Airmata membeku menjadi pecahan kristal tajam
Yang tak henti menggores
Senyap menyekap dalam pengap
Dan cahaya seakan tak mampu menyelinap
Kulihat kau tergagap,
diam
Terhenyak
tak mampu menegaskan diri
Dan dalam cahaya mata penuh duka
Kali ini
Ijinkan aku yang memilih
Meski begitu berat dan pahit
Meski ini bukan yang aku inginkan, pasti
Dan juga bukan yang kau maui
Ijinkan aku melupakanmu, mulai hari ini
Ijinkan aku untuk meninggalkanmu, darling
Jangan ada air mata lagi
Jangan ada luka hati lagi
Selamat tinggal kekasih
Meresap ke dalam hati
Airmata membeku menjadi pecahan kristal tajam
Yang tak henti menggores
Senyap menyekap dalam pengap
Dan cahaya seakan tak mampu menyelinap
Kulihat kau tergagap,
diam
Terhenyak
tak mampu menegaskan diri
Dan dalam cahaya mata penuh duka
Kali ini
Ijinkan aku yang memilih
Meski begitu berat dan pahit
Meski ini bukan yang aku inginkan, pasti
Dan juga bukan yang kau maui
Ijinkan aku melupakanmu, mulai hari ini
Ijinkan aku untuk meninggalkanmu, darling
Jangan ada air mata lagi
Jangan ada luka hati lagi
Selamat tinggal kekasih
IZINKANLAH AKU MENYIMPAN KENANGAN ITU
Sayang,
Izinkan aku menyimpan semua kenangan itu
Dan semua yang pernah engkau berikan
Dalam sebuah kotak indah
Sayang
Izinkan aku meletakan kotak itu
Dalam kamar indah berwarna biru
Warna yang selalu menghiasi hatiku
Sayang
Izinkan aku mematikan lampu
Sehingga tak lagi dapat kupandang keindahan warna biru
Dan
Izinkanlah aku menutup pintu
Hingga tak akan lagi aku dapat memasuki tempat itu
Sayang,
Semoga aku
Tak pernah ingin kembali memasuki kamar indah itu
Izinkan aku menyimpan semua kenangan itu
Dan semua yang pernah engkau berikan
Dalam sebuah kotak indah
Sayang
Izinkan aku meletakan kotak itu
Dalam kamar indah berwarna biru
Warna yang selalu menghiasi hatiku
Sayang
Izinkan aku mematikan lampu
Sehingga tak lagi dapat kupandang keindahan warna biru
Dan
Izinkanlah aku menutup pintu
Hingga tak akan lagi aku dapat memasuki tempat itu
Sayang,
Semoga aku
Tak pernah ingin kembali memasuki kamar indah itu
IZINKANLAH 2
Izinkanlah
aku menjadi semilir angin
yang meriapkan helai rambutmu
dan memberimu sentuhan sejuk
pada hari-hari panasmu
mulai hari ini
izinkanlah aku menjadi penamu
saat kau menguratkan surat-surat cinta
yang membantumu mengurai segenap kasih
dan menentramkan segala amarah
pada orang yang kau kasihi
Izinkanlah aku menjadi seraup air
yang menyegarkan wajah lelahmu
dan membasuh segala keringatmu
dan membuatmu menjadi lebih tenang dan damai
Izinkanlah aku menjadi sentuhan manismu
saat hatimu sedih, gelisah dan ragu
sampai kau menemukan kembali rasa nyamanmu
dalam selimut perhatianku
sampai kau siap lagi menatap duniamu
Izinkan aku menjadi sekilas ceria
dalam hari-hari beratmu
agar kau selalu merasa
bahwa kau tak sendiri
bahwa kau memiliki aku
di dalam hatimu
dan izinkanlah aku menjadi setitik cinta
yang membungakan kalbumu
dan memberimu secercah senyum manis
disetiap kau mengingatku
dan memberimu rasa lapang
setiap kau merasa sempit
dan memberimu damai
setiap kau merasa sedih
dan izinkanlah aku menjadi secabik saputangan
yang menyerap airmatamu
yang mengusap lembut pipimu
dan menjadi bagian terdekat hatimu
meskipun ku tahu kau bukanlah orang cengeng
izinkanlah aku menjadi buku harianmu
yang mencatat semua ceritamu
meskipun sering terabaikan
tapi padakulah kau simpan kenangan
bagian terkuat dari hidupmu
yang menyimpan hatimu
aku menjadi semilir angin
yang meriapkan helai rambutmu
dan memberimu sentuhan sejuk
pada hari-hari panasmu
mulai hari ini
izinkanlah aku menjadi penamu
saat kau menguratkan surat-surat cinta
yang membantumu mengurai segenap kasih
dan menentramkan segala amarah
pada orang yang kau kasihi
Izinkanlah aku menjadi seraup air
yang menyegarkan wajah lelahmu
dan membasuh segala keringatmu
dan membuatmu menjadi lebih tenang dan damai
Izinkanlah aku menjadi sentuhan manismu
saat hatimu sedih, gelisah dan ragu
sampai kau menemukan kembali rasa nyamanmu
dalam selimut perhatianku
sampai kau siap lagi menatap duniamu
Izinkan aku menjadi sekilas ceria
dalam hari-hari beratmu
agar kau selalu merasa
bahwa kau tak sendiri
bahwa kau memiliki aku
di dalam hatimu
dan izinkanlah aku menjadi setitik cinta
yang membungakan kalbumu
dan memberimu secercah senyum manis
disetiap kau mengingatku
dan memberimu rasa lapang
setiap kau merasa sempit
dan memberimu damai
setiap kau merasa sedih
dan izinkanlah aku menjadi secabik saputangan
yang menyerap airmatamu
yang mengusap lembut pipimu
dan menjadi bagian terdekat hatimu
meskipun ku tahu kau bukanlah orang cengeng
izinkanlah aku menjadi buku harianmu
yang mencatat semua ceritamu
meskipun sering terabaikan
tapi padakulah kau simpan kenangan
bagian terkuat dari hidupmu
yang menyimpan hatimu
IZINKANLAH
Izinkanlah
aku menjadi cahaya
Meski itu hanya kerdip kecil dalam hidupmu
Hanya sebuah lilin yang mengerjap tertiup angin
dan aku tetaplah cahaya
yang sedikit memberi terang dalam hatimu
dan bukan seluruh hidupmu
Izinkanlah aku menjadi bunga
Meskipun hanya putik kecil dalam hidupmu
Hanya bunga kecil yang tumbuh di padang ilalang
Dan aku tetap menjadi bunga
yang sedikit memberi cerah dalam benakmu
Dan bukan seluruh harimu
Izinkanlah aku menjadi warna
Meskipun hanya saputan pastel dalam hidupmu
Hanya segores warna di kanvas pikirmu
Dan aku tetaplah menjadi warna
yang sedikit berbeda dalam kelanamu
Dan bukan seluruh perjalananmu
Dan izinkanlah aku menjadi bahagia
Meskipun hanya sekilas rasa dalam hidupmu
Hanya sebuah sapaan halus di kalbumu
Dan aku tetaplah memberi bahagia dalam rasamu
Dan bukan seluruh usiamu
aku menjadi cahaya
Meski itu hanya kerdip kecil dalam hidupmu
Hanya sebuah lilin yang mengerjap tertiup angin
dan aku tetaplah cahaya
yang sedikit memberi terang dalam hatimu
dan bukan seluruh hidupmu
Izinkanlah aku menjadi bunga
Meskipun hanya putik kecil dalam hidupmu
Hanya bunga kecil yang tumbuh di padang ilalang
Dan aku tetap menjadi bunga
yang sedikit memberi cerah dalam benakmu
Dan bukan seluruh harimu
Izinkanlah aku menjadi warna
Meskipun hanya saputan pastel dalam hidupmu
Hanya segores warna di kanvas pikirmu
Dan aku tetaplah menjadi warna
yang sedikit berbeda dalam kelanamu
Dan bukan seluruh perjalananmu
Dan izinkanlah aku menjadi bahagia
Meskipun hanya sekilas rasa dalam hidupmu
Hanya sebuah sapaan halus di kalbumu
Dan aku tetaplah memberi bahagia dalam rasamu
Dan bukan seluruh usiamu
Tajur, Di Bawah Hujan November
Melewati jalan panjang melaluimu,
Dibawah hujan yang tak henti turun,
Seperti membukakan luka lama yang tak pernah sempurna mengatup
Dan menggoreskan lagi sebuah luka baru
Yang kembali mengalirkan darah haru
Melewati jalan panjangmu,
Ku ingin menutup mataku
Biar tak ada lagi air mata mengalir
Mengenangmu dalam hati
Membiarkan kepedihan itu menggenang hangat dalam hati
Tapi berkali supirku bertanya tenang tempat dan jalur
Juga bertanya tentang mataku yang basah
Dirimu tlah jauh berubah, Tajur
Dari terakhir aku melaluimu
Tapi luka itu masih tetap sama
Luka kecewa karena tak menemuinya
Di hujan November ini
Kembali aku melewatimu
Memunguti segenap kenangan yang tercecer
Tentang dia
Menggenapi setangkup doa
Untuk dia
Sepertinya aku harus sungguh-sungguh rela
Melepasmu
Selamat Jalan
Sahabat Sejatiku
Dibawah hujan yang tak henti turun,
Seperti membukakan luka lama yang tak pernah sempurna mengatup
Dan menggoreskan lagi sebuah luka baru
Yang kembali mengalirkan darah haru
Melewati jalan panjangmu,
Ku ingin menutup mataku
Biar tak ada lagi air mata mengalir
Mengenangmu dalam hati
Membiarkan kepedihan itu menggenang hangat dalam hati
Tapi berkali supirku bertanya tenang tempat dan jalur
Juga bertanya tentang mataku yang basah
Dirimu tlah jauh berubah, Tajur
Dari terakhir aku melaluimu
Tapi luka itu masih tetap sama
Luka kecewa karena tak menemuinya
Di hujan November ini
Kembali aku melewatimu
Memunguti segenap kenangan yang tercecer
Tentang dia
Menggenapi setangkup doa
Untuk dia
Sepertinya aku harus sungguh-sungguh rela
Melepasmu
Selamat Jalan
Sahabat Sejatiku
SELAMAT TINGGAL KUTA
Sepertinya aku harus melupakanmu, Kuta
Dari tumpukan mimpi yang ku punya
Kau harus kutinggalkan
Ku tahu aku akan rindu pada ombakmu
Ku akan kehilangan hembus anginmu
Menyimpan semua pedihku
Ku tahu
Ku tak akan pernah duduk di pasirmu
Ku tak memandang bulan dan matahari sore mu
Dan tak akan pernah ada lagi belaianmu
Semoga kali ini
Aku pergi dan tak pernah berpaling lagi
Dan langkahku tak pernah terhenti
Dan hatiku tak lagi mencari
Selamat tinggal Kuta
Terimakasih untuk mimpi yang manis kita
Dari tumpukan mimpi yang ku punya
Kau harus kutinggalkan
Ku tahu aku akan rindu pada ombakmu
Ku akan kehilangan hembus anginmu
Menyimpan semua pedihku
Ku tahu
Ku tak akan pernah duduk di pasirmu
Ku tak memandang bulan dan matahari sore mu
Dan tak akan pernah ada lagi belaianmu
Semoga kali ini
Aku pergi dan tak pernah berpaling lagi
Dan langkahku tak pernah terhenti
Dan hatiku tak lagi mencari
Selamat tinggal Kuta
Terimakasih untuk mimpi yang manis kita
Kuta, Suatu malam, disebuah Mimpi
Terimakasih telah menjemputku malam ini,
ke sebuah mimpi indah
Tentang kita & tentang Kuta
Yang didalamnya kau satukan aku dalam bahagia
Saat kau raih tanganku dan kau genggam dalam hangatmu
Saat kau ijinkan aku bersandar dipundakmu
Bersama, menikmati purnama malam ini
Terimakasih telah membawaku ke sebuah tempat impian
Diantara air ombak, karang, pasir dan angin
Milik kita, di Kuta
Yang kau berikan dengan sayang
Saat kau raih pundakku
Dan kau usap kepalaku
Waktu seakan berhenti berjalan di Kuta,
Saat kau menatapku dengan kerlip gemintang dimatamu
Dan kau biarkan aku melayarinya kedalamnya
Dan kurasakan angin pantai menghembusi diwajahku yang menghangat
Dan jantungku tak henti bergemuruh bagai suara ombak
Terimakasih telah mengantarku kembali,
Meninggalkan Kuta, milik kita
Dengan senyum yang kau tinggalkan dalam hatiku
Dan rindu yang kau titipkan di sana
ke sebuah mimpi indah
Tentang kita & tentang Kuta
Yang didalamnya kau satukan aku dalam bahagia
Saat kau raih tanganku dan kau genggam dalam hangatmu
Saat kau ijinkan aku bersandar dipundakmu
Bersama, menikmati purnama malam ini
Terimakasih telah membawaku ke sebuah tempat impian
Diantara air ombak, karang, pasir dan angin
Milik kita, di Kuta
Yang kau berikan dengan sayang
Saat kau raih pundakku
Dan kau usap kepalaku
Waktu seakan berhenti berjalan di Kuta,
Saat kau menatapku dengan kerlip gemintang dimatamu
Dan kau biarkan aku melayarinya kedalamnya
Dan kurasakan angin pantai menghembusi diwajahku yang menghangat
Dan jantungku tak henti bergemuruh bagai suara ombak
Terimakasih telah mengantarku kembali,
Meninggalkan Kuta, milik kita
Dengan senyum yang kau tinggalkan dalam hatiku
Dan rindu yang kau titipkan di sana
Titik Hujan Itu
Titik hujan itu,
Mengapa selalu membawa sendu
Mengapa selalu mengait rindu
Padamu
Titik hujan itu
Mengapa begitu kelabu,
Mengantar seluruh gemuruh
Atas tangis yang kusimpan dalam kamar hatiku
Titik hujan itu
Membawa dingin yang menggigit tulangku
Mengigilkan kenangan yang tertutup pilu
Padamu,
Kutitipkan titik hujan itu
Bersama titik air mataku
Dan semua harapanku,
untukmu
Mengapa selalu membawa sendu
Mengapa selalu mengait rindu
Padamu
Titik hujan itu
Mengapa begitu kelabu,
Mengantar seluruh gemuruh
Atas tangis yang kusimpan dalam kamar hatiku
Titik hujan itu
Membawa dingin yang menggigit tulangku
Mengigilkan kenangan yang tertutup pilu
Padamu,
Kutitipkan titik hujan itu
Bersama titik air mataku
Dan semua harapanku,
untukmu
Suara Hujan Itu
Saat ku terbangun tengah malam dalam sendu
Suara rintik hujan pertama lirih mengetuk genting tanah liatku
Jauh berdenting dalam hatiku
Membuka ruang kenangan tentang kamu
Melintas engkau dalam kenanganku
Wajahmu penuh senyum, menghirup harum tanah yang merebak saat hujan pertama itu
Wajahmu penuh cahaya, memandang titik hujan yang jatuh
Matamu yang begitu rindu, menatap jauh ke ujung langit mendung kelabu
Mencari sesuatu, yang hanya kau yang tahu
Selalu ku dengar doa syukurmu
Mengiringi rintik hujan jatuh saat itu
Dan saat aku di Bogor saat waktu sela,
Selalu kutatapi rintik hujan yang jatuh dimuka jendela lantai dua,
Melakukan seperti yang engkau suka,
Menatap jauh ke ujung langit, mencari engkau dalam cahaya
Meniru syukurmu dalam doa,
Menghirupi harum tanah basah
Suara hujan pertama,
Membuka sebuah kenangan penuh luka,
Tentang kesejatian cinta yang kau bawa,
Bersama keabadian duka
Yang kau tinggalkan buat aku dan dia
Malam itu,
kudengarkan suara hujan pertama,
Dalam kamar sunyi berteman air mata,
Walaupun ku tahu kau tak pernah suka
Melihatku berduka
Dan kau akan menghapusnya
Dengan tatapmu yang penuh cahaya
Suara rintik hujan pertama lirih mengetuk genting tanah liatku
Jauh berdenting dalam hatiku
Membuka ruang kenangan tentang kamu
Melintas engkau dalam kenanganku
Wajahmu penuh senyum, menghirup harum tanah yang merebak saat hujan pertama itu
Wajahmu penuh cahaya, memandang titik hujan yang jatuh
Matamu yang begitu rindu, menatap jauh ke ujung langit mendung kelabu
Mencari sesuatu, yang hanya kau yang tahu
Selalu ku dengar doa syukurmu
Mengiringi rintik hujan jatuh saat itu
Dan saat aku di Bogor saat waktu sela,
Selalu kutatapi rintik hujan yang jatuh dimuka jendela lantai dua,
Melakukan seperti yang engkau suka,
Menatap jauh ke ujung langit, mencari engkau dalam cahaya
Meniru syukurmu dalam doa,
Menghirupi harum tanah basah
Suara hujan pertama,
Membuka sebuah kenangan penuh luka,
Tentang kesejatian cinta yang kau bawa,
Bersama keabadian duka
Yang kau tinggalkan buat aku dan dia
Malam itu,
kudengarkan suara hujan pertama,
Dalam kamar sunyi berteman air mata,
Walaupun ku tahu kau tak pernah suka
Melihatku berduka
Dan kau akan menghapusnya
Dengan tatapmu yang penuh cahaya
Tak Pernah Kubuang Kisah Itu
tak pernah kubuang kisah itu
hanya kusimpan dalam satu ruang indah
yang sunyi
yang kukunci dan kusembunyikan
yang hanya dia yang boleh datang
hanya dia yang boleh berdiam di dalamnya
dan bila aku tak lagi bicara tentang mu
bukan berarti aku melupakanmu
hanya biarkan sejenak aku melanjutkan hidupku
karena aku tak mungkin terhenti hanya untukmu
tak pernah kubuang kisah itu
senantiasa indah dalam hatiku
hanya kusimpan dalam satu ruang indah
yang sunyi
yang kukunci dan kusembunyikan
yang hanya dia yang boleh datang
hanya dia yang boleh berdiam di dalamnya
dan bila aku tak lagi bicara tentang mu
bukan berarti aku melupakanmu
hanya biarkan sejenak aku melanjutkan hidupku
karena aku tak mungkin terhenti hanya untukmu
tak pernah kubuang kisah itu
senantiasa indah dalam hatiku
BA, sad side of my life
Beribu hari telah berlalu dari hari itu
Tapi mengapa nyeri itu masih saja sama sakitnya
Beribu hari telah berlalu dari hari itu
Tapi mengapa kenangan itu masih saja selalu sama kuatnya
Beribu hari telah berlalu dari hari itu
Tapi mengapa rindu itu masih selalu ada
Beribu hari telah berlalu dari hari itu
Tangis itu masih saja menyesak dada
Beribu hari telah berlalu dari hari itu
Masih saja kuharap memandangmu dari balik jendela
Beribu hari telah berlalu dari hari itu
Masih saja berharap esok kan jumpa
Menatap mata teduhnya
Tertawa dalam candanya
Berlindung dalam bijaknya
Betapa aku rindu pada sapanya
........................................................
........................................................
.........................................................
(Dedicated for Mbak Julia,
Engkau pernah merasakan betapa beratnya kehilangan sahabat dalam hidupmu,
Engkaupun mungkin bisa merasakan yang kini saya rasakan,
betapa rasa getir itu masih selalu ada
meskipun waktu telah berlalu lama,
apalagi pada saat ada yang kembali membuka luka,
tapi kita sama tahu,
Sahabat kita akan selalu punya tempat istimewa
dalam hati kita, selamanya
meski waktu terus berjalan beribu hari..)
Tapi mengapa nyeri itu masih saja sama sakitnya
Beribu hari telah berlalu dari hari itu
Tapi mengapa kenangan itu masih saja selalu sama kuatnya
Beribu hari telah berlalu dari hari itu
Tapi mengapa rindu itu masih selalu ada
Beribu hari telah berlalu dari hari itu
Tangis itu masih saja menyesak dada
Beribu hari telah berlalu dari hari itu
Masih saja kuharap memandangmu dari balik jendela
Beribu hari telah berlalu dari hari itu
Masih saja berharap esok kan jumpa
Menatap mata teduhnya
Tertawa dalam candanya
Berlindung dalam bijaknya
Betapa aku rindu pada sapanya
........................................................
........................................................
.........................................................
(Dedicated for Mbak Julia,
Engkau pernah merasakan betapa beratnya kehilangan sahabat dalam hidupmu,
Engkaupun mungkin bisa merasakan yang kini saya rasakan,
betapa rasa getir itu masih selalu ada
meskipun waktu telah berlalu lama,
apalagi pada saat ada yang kembali membuka luka,
tapi kita sama tahu,
Sahabat kita akan selalu punya tempat istimewa
dalam hati kita, selamanya
meski waktu terus berjalan beribu hari..)
KUAT
Aku harus kuat
Aku harus kuat
Aku harus kuat
Aku harus kuat
Itu yang selalu ku pompa dalam hatiku setiap waktu
Setiap kali nyeri itu merobek hatiku
Setiap kali keinginan itu menggoda batinku
Setiap kali isak itu memenuhi dadaku
Setiap kali air mata itu menggenang di mataku
Aku harus berani berhenti
Mengikuti permainan yang menyakitkan hati
Berhenti dan tak lagi kembali
Meski godaan itu datang silih berganti
Aku harus kuat
Aku harus kuat
Aku harus kuat
Aku harus kuat
Meskipun itu berarti aku kehilangan bahagia
Meski itu berarti aku melupakan segala rasa
Meski berarti aku tak lagi mampu tertawa
Meski aku tak lagi bisa
Merasa tersanjung dan terpesona
Dan kehilangan kata-kata
Atas segala kejutan manisnya
Aku harus kuat
Meski aku sangat terluka
Please... Berhentilah bermain dengan hatiku.. Memang kau tak pernah melihatku menangis, karena kau akan selalu melihatku tersenyum manis.. and Please... Berhentilah mempermainkan hatiku.. karena aku tak pernah tahu, betapa dalam luka hatiku. Berhentilah merampas semua yang tebaik bagiku, berhentilah mengambil semua bahagiaku hanya untuk kesenanganmu.. Please berhentilah membuat hatiku berdarah dengan segala permainanmu..
Aku harus kuat
Aku harus kuat
Aku harus kuat
Itu yang selalu ku pompa dalam hatiku setiap waktu
Setiap kali nyeri itu merobek hatiku
Setiap kali keinginan itu menggoda batinku
Setiap kali isak itu memenuhi dadaku
Setiap kali air mata itu menggenang di mataku
Aku harus berani berhenti
Mengikuti permainan yang menyakitkan hati
Berhenti dan tak lagi kembali
Meski godaan itu datang silih berganti
Aku harus kuat
Aku harus kuat
Aku harus kuat
Aku harus kuat
Meskipun itu berarti aku kehilangan bahagia
Meski itu berarti aku melupakan segala rasa
Meski berarti aku tak lagi mampu tertawa
Meski aku tak lagi bisa
Merasa tersanjung dan terpesona
Dan kehilangan kata-kata
Atas segala kejutan manisnya
Aku harus kuat
Meski aku sangat terluka
Please... Berhentilah bermain dengan hatiku.. Memang kau tak pernah melihatku menangis, karena kau akan selalu melihatku tersenyum manis.. and Please... Berhentilah mempermainkan hatiku.. karena aku tak pernah tahu, betapa dalam luka hatiku. Berhentilah merampas semua yang tebaik bagiku, berhentilah mengambil semua bahagiaku hanya untuk kesenanganmu.. Please berhentilah membuat hatiku berdarah dengan segala permainanmu..
DUH
Duh,
Betapa berat melanjutkan langkah ini
Betapa ingin hati untuk selalu kembali
Seakan kau selalu memanggilku
Ketempat kita biasa bertemu
Duh,
Betapa terseok aku dalam menjejak kaki
Begitu sulit untuk tidak berpaling lagi
Untuk melihatmu yang menggapaiku pulang
Untuk menolak sebuah kehangatan yang hilang
Duh,
Betapa aku bagai berjalan dalam duri
Melangkah tertatih dengan merasakan segala nyeri
Menahan luka berdarah dalam hati
Dan mencoba tak peduli
Semoga
Segala luka kan berganti tawa
Segala nyeri menjadi pelangi
Semoga
Suatu saat kau mampu mengerti
(bukankah MENCINTA adalah
seharusnya bagaimana mengerti
bukan hanya sekedar bagaimana mendengar
dan
bukankah MENCINTA adalah
bagaimana kita mampu bertahan
bukan bagaimana kita melepaskan?
dan
bukankah MENCINTA adalah
bagaimana membiarkannya bertumbuh dengan waktu
bukan bagaimana melindunginya sampai dia mati)
Betapa berat melanjutkan langkah ini
Betapa ingin hati untuk selalu kembali
Seakan kau selalu memanggilku
Ketempat kita biasa bertemu
Duh,
Betapa terseok aku dalam menjejak kaki
Begitu sulit untuk tidak berpaling lagi
Untuk melihatmu yang menggapaiku pulang
Untuk menolak sebuah kehangatan yang hilang
Duh,
Betapa aku bagai berjalan dalam duri
Melangkah tertatih dengan merasakan segala nyeri
Menahan luka berdarah dalam hati
Dan mencoba tak peduli
Semoga
Segala luka kan berganti tawa
Segala nyeri menjadi pelangi
Semoga
Suatu saat kau mampu mengerti
(bukankah MENCINTA adalah
seharusnya bagaimana mengerti
bukan hanya sekedar bagaimana mendengar
dan
bukankah MENCINTA adalah
bagaimana kita mampu bertahan
bukan bagaimana kita melepaskan?
dan
bukankah MENCINTA adalah
bagaimana membiarkannya bertumbuh dengan waktu
bukan bagaimana melindunginya sampai dia mati)
LELAH HATI
Mengapa aku masih saja tersedu sendiri
Dalam ruang yang bertambah kelam sunyi
Untuk sesuatu yang tak seharusnya aku tangisi
Karena semua duga itu hanya ada dalam kepala ini
Karena semua nyeri itu hanya dalam hati
Mengapa hatiku masih saja merasa ngilu
Ketika berusaha menghalau segala rindu
Untuk sesuatu yang aku tahu, bukan untukku
Mengapa aku masih saja menghapus airmata
Mengapa aku masih saja tak rela
Ketika memilih jalan yang nyata
Jalan yang tegas mengariskan hidup kita
Meski itu merobek jiwa
Mengapa aku selalu larut dalam haru
Melihat betapa jalan itu seperti labyrinth yang begitu berliku
Dan berapa banyak cerita sendu
Yang harus dilalui aku dan kamu
Dan kita tidak akan pernah dapat bertemu
Dalam ruang yang bertambah kelam sunyi
Untuk sesuatu yang tak seharusnya aku tangisi
Karena semua duga itu hanya ada dalam kepala ini
Karena semua nyeri itu hanya dalam hati
Mengapa hatiku masih saja merasa ngilu
Ketika berusaha menghalau segala rindu
Untuk sesuatu yang aku tahu, bukan untukku
Mengapa aku masih saja menghapus airmata
Mengapa aku masih saja tak rela
Ketika memilih jalan yang nyata
Jalan yang tegas mengariskan hidup kita
Meski itu merobek jiwa
Mengapa aku selalu larut dalam haru
Melihat betapa jalan itu seperti labyrinth yang begitu berliku
Dan berapa banyak cerita sendu
Yang harus dilalui aku dan kamu
Dan kita tidak akan pernah dapat bertemu
BROKEN2
Betapa mudah kata-kata mempengaruhi hatiku
Sejumput kata maaf membayar lukaku
Menyembunyikan segala hal yang dia simpan
Aku tak pernah tahu
Sebesar apa dusta dibaliknya
Seberapa jumlah kebenaran disembunyikannya
Betapa mudah aku memaafkan
Betapa bodoh aku bisa melupakan
Betapa buta aku melihat kenyataan
Semua hanya permainan
Permainan kata-kata
Dan aku terbuai
Sederet kata manis - Membuatku terlupa
Seuntai kata sayang - Menyeretku pada mimpi
Sungguh mudah aku terbujuk
Betapa naïf aku memandang dia
Dengan segala percaya, dia bagaikan dewa
Bagaikan sahabat, dia kuterima
Dengan tangan terbuka, dengan hati bahagia
Sejumput kata maaf membayar lukaku
Menyembunyikan segala hal yang dia simpan
Aku tak pernah tahu
Sebesar apa dusta dibaliknya
Seberapa jumlah kebenaran disembunyikannya
Betapa mudah aku memaafkan
Betapa bodoh aku bisa melupakan
Betapa buta aku melihat kenyataan
Semua hanya permainan
Permainan kata-kata
Dan aku terbuai
Sederet kata manis - Membuatku terlupa
Seuntai kata sayang - Menyeretku pada mimpi
Sungguh mudah aku terbujuk
Betapa naïf aku memandang dia
Dengan segala percaya, dia bagaikan dewa
Bagaikan sahabat, dia kuterima
Dengan tangan terbuka, dengan hati bahagia
BROKEN
akhirnya,
semua yang tlah ku bangun
dengan segla letih, duka dan air mata
dengan segala luka dan pengorbanan
di atas serpihan hati nan remuk redam
tiba di suatu ujung jua
kehancuran yang tak dapat tertolakan lagi
tertelan emosi dan amarah amat besar
hingga ku tak mampu lagi membangun sebuah jiwa baru
di atas reruntuhannya
dan tak lebih dari terpuruk di pojokan
yang kian lama kian kusam dan berdebu
duh,
segalanya telah patah,
semangat dan perjuangan,
tlah sampai dimasa
aku tak mampu lagi tegak dan menatap
air mata ini tlah bercampur darah
mungkin tak ada lagi alasan untuk dapat bertahan
segalanya tlah tiba di akhir masa bagiku
semua yang tlah ku bangun
dengan segla letih, duka dan air mata
dengan segala luka dan pengorbanan
di atas serpihan hati nan remuk redam
tiba di suatu ujung jua
kehancuran yang tak dapat tertolakan lagi
tertelan emosi dan amarah amat besar
hingga ku tak mampu lagi membangun sebuah jiwa baru
di atas reruntuhannya
dan tak lebih dari terpuruk di pojokan
yang kian lama kian kusam dan berdebu
duh,
segalanya telah patah,
semangat dan perjuangan,
tlah sampai dimasa
aku tak mampu lagi tegak dan menatap
air mata ini tlah bercampur darah
mungkin tak ada lagi alasan untuk dapat bertahan
segalanya tlah tiba di akhir masa bagiku
SURAT KEPADA Ni2
Ruang pikiran kita
Adalah ruang rasa
Dimana segala rindu bertemu
Ruang rasa kita
Adalah ruang rahasia dimana kita bercerita
Pikiran dan mimpi
Adalah cara bagaimana kita melepas rasa dan asa
Dan kini yang tertinggal
Hanyalah ruang sunyi
Yang tergenang hangatnya kepedihan
yang jatuh tanpa isak
Ruang sunyi yang seharusnya kutinggalkan sejak lama
Ruang sunyi yang seharusnya tak pernah kubuka
Dan tak pernah kubiarkan seorangpun masuk ke dalamnya..
Adalah ruang rasa
Dimana segala rindu bertemu
Ruang rasa kita
Adalah ruang rahasia dimana kita bercerita
Pikiran dan mimpi
Adalah cara bagaimana kita melepas rasa dan asa
Dan kini yang tertinggal
Hanyalah ruang sunyi
Yang tergenang hangatnya kepedihan
yang jatuh tanpa isak
Ruang sunyi yang seharusnya kutinggalkan sejak lama
Ruang sunyi yang seharusnya tak pernah kubuka
Dan tak pernah kubiarkan seorangpun masuk ke dalamnya..
SURAT KEPADA Ni
Dan sungguh salahku sendiri
Tlah berharap terlalu jauh
Dan bermimpi terlalu indah
Untuk sebuah kesejatian
Bahwa semua tak nyata
Berharap terlalu dalam
Untuk rangkaian kata-kata
Sungguh harusnya aku tahu
Dimana sebenarnya berdiri
Digerbang mimpi dimana semua hanya kata-kata
Bukan nyata
Dan sungguh seharusnya aku tahu
Bahwa semua hanya mimpi yang berakhir
Saat aku terbangun
Seharusnya aku tahu aku hanya keniscayaan
Yang mudah dilupakan
Seharusnya dari awal aku menyadari
Siapa sesungguhnya aku
Dan luka itu kubuat sendiri
Tlah berharap terlalu jauh
Dan bermimpi terlalu indah
Untuk sebuah kesejatian
Bahwa semua tak nyata
Berharap terlalu dalam
Untuk rangkaian kata-kata
Sungguh harusnya aku tahu
Dimana sebenarnya berdiri
Digerbang mimpi dimana semua hanya kata-kata
Bukan nyata
Dan sungguh seharusnya aku tahu
Bahwa semua hanya mimpi yang berakhir
Saat aku terbangun
Seharusnya aku tahu aku hanya keniscayaan
Yang mudah dilupakan
Seharusnya dari awal aku menyadari
Siapa sesungguhnya aku
Dan luka itu kubuat sendiri
SURAT KEPADA KAWAN 6
Aku hanyalah gugusan huruf dalam hidupmu
Yang memberimu ribuan kata yang merangkai kalimat
Aku adalah nyata dalam maya
Berbahagia dengan impian dan pikiran
Mencintai dengan hati
Ya, maafkan aku dengan segala rasaku
Tiada aku akan memaksakan diri
Cukup kusimpan sayangku sendiri
Dalam hati sunyi dalam ruang dimana aku dapat mengenangmu
Selamanya
Sepuas hati
Because memories about you
Is too special and too beautiful to be share with somebody
I just want to keep all by my self
Yang memberimu ribuan kata yang merangkai kalimat
Aku adalah nyata dalam maya
Berbahagia dengan impian dan pikiran
Mencintai dengan hati
Ya, maafkan aku dengan segala rasaku
Tiada aku akan memaksakan diri
Cukup kusimpan sayangku sendiri
Dalam hati sunyi dalam ruang dimana aku dapat mengenangmu
Selamanya
Sepuas hati
Because memories about you
Is too special and too beautiful to be share with somebody
I just want to keep all by my self
SURAT KEPADA KAWAN
SURAT KEPADA KAWAN 4
Dear sahabat,
Begitu resah aku dengan rasaku
Ku ingat akan “kutuk” mu
Pada suatu saat aku akan jatuh cinta dan kehilangan logika
Logika yang selalu kupakai untuk menepis cinta
Dan hari ini aku takut
Aku jatuh cinta dan kehilangan logika
Aku jatuh cinta pada kata
Aku jatuh cinta pada maya
Aku jatuh cinta pada rasa
Aku jatuh cinta pada bayang
Aku jatuh cinta pada pikir
Aku jatuh cinta pada huruf
Aku jatuh cinta pada sesuatu yang tak nyata
Aku meninggalkan logika
Betapa aku bahagia dalam mayanya
Betapa aku merasa nyaman “bersama”nya
Betapa aku merasa terlindung dalam “peluk”nya
Betapa aku merasa tersenyum dengan kata-katanya
Betapa aku berdegub dalam susunan hurufnya
Dilingkup huruf dan kata-kata, hanya kata-kata
Menyusun kalimat demi kalimat
Dan aku kehilangan logika
Dear sahabat,
Begitu resah aku dengan rasaku
Ku ingat akan “kutuk” mu
Pada suatu saat aku akan jatuh cinta dan kehilangan logika
Logika yang selalu kupakai untuk menepis cinta
Dan hari ini aku takut
Aku jatuh cinta dan kehilangan logika
Aku jatuh cinta pada kata
Aku jatuh cinta pada maya
Aku jatuh cinta pada rasa
Aku jatuh cinta pada bayang
Aku jatuh cinta pada pikir
Aku jatuh cinta pada huruf
Aku jatuh cinta pada sesuatu yang tak nyata
Aku meninggalkan logika
Betapa aku bahagia dalam mayanya
Betapa aku merasa nyaman “bersama”nya
Betapa aku merasa terlindung dalam “peluk”nya
Betapa aku merasa tersenyum dengan kata-katanya
Betapa aku berdegub dalam susunan hurufnya
Dilingkup huruf dan kata-kata, hanya kata-kata
Menyusun kalimat demi kalimat
Dan aku kehilangan logika
C for Choose
Hari ini...Seseorang mencoba "membaca"ku lewat puisi dan foto-foto ..really trying to understand, to read, to know more deeper...
Bagi dia, seorang D adalah misteri. Ada dalam kutub yang berbeda dalam satu jiwa. D (menurutnya) Menelusuri jalan yang menurutnya bukan jalan yang umum... "U have to Choose", itu yang dia bilang.. Pilih jiwa yang paling kamu nyaman di dalamnya... atau selamanya kau akan gamang seperti ini...
Sungguh dia hanya orang baru yang mencoba mengenalku. (karena seseorang yang mengenalku dan tahu dimana sebetulnya hatiku berada, telah pergi). Dia tak tahu bahwa tak mungkin aku terlepas dari dua kutub itu... Dua duanya adalah hidupku..Justru karena aku memiliki dua kutub itu, aku menjadi seimbang...
Dia tak tahu bahwa aku pernah berdiri di satu kutub, dan itu membuatku jadi sosok yang amat kering, sepi dan tajam...(sampai aku bertemu dengannya yang mengenalkanku arti kutub jiwa yang lain)..
Haruskah aku memilih... karena menurut dia, jiwaku di kutub yang lain sungguh indah, walaupun begitu mellow
jiwaku terikat kuat pada
langit,
bintang,
bulan,
hujan.
mendung,
awan,
biru,
kelabu,
malam,
gelap,
sunyi,
mellow,
.............
...........
..............
Misterius, kata dia... seperti langit..
Bagi dia, seorang D adalah misteri. Ada dalam kutub yang berbeda dalam satu jiwa. D (menurutnya) Menelusuri jalan yang menurutnya bukan jalan yang umum... "U have to Choose", itu yang dia bilang.. Pilih jiwa yang paling kamu nyaman di dalamnya... atau selamanya kau akan gamang seperti ini...
Sungguh dia hanya orang baru yang mencoba mengenalku. (karena seseorang yang mengenalku dan tahu dimana sebetulnya hatiku berada, telah pergi). Dia tak tahu bahwa tak mungkin aku terlepas dari dua kutub itu... Dua duanya adalah hidupku..Justru karena aku memiliki dua kutub itu, aku menjadi seimbang...
Dia tak tahu bahwa aku pernah berdiri di satu kutub, dan itu membuatku jadi sosok yang amat kering, sepi dan tajam...(sampai aku bertemu dengannya yang mengenalkanku arti kutub jiwa yang lain)..
Haruskah aku memilih... karena menurut dia, jiwaku di kutub yang lain sungguh indah, walaupun begitu mellow
jiwaku terikat kuat pada
langit,
bintang,
bulan,
hujan.
mendung,
awan,
biru,
kelabu,
malam,
gelap,
sunyi,
mellow,
.............
...........
..............
Misterius, kata dia... seperti langit..
KESEJATIAN,ADAKAH?
Sekali ini, saya ingin berbagi pikir tentang "kesejatian"..bisa berupa persahabatan sejati atau bahkan cinta sejati.
Beberapa hari lalu saya berdoa, minta kepada Allah diberi kesempatan dan keajaiban bagi hidup saya yang terasa semakin berat belakangan ini. Dan dengan caranya Allah menunjukan kepada saya secara berlapis-lapis..
dan inti dari semua itu adalah kesejatian. Perlahan namun pasti, Allah membukakan tentang kesejatian kepadaku, mengupas diriku. Betapa sebetulnya aku naif dan begitu polos memandang dunia. Betapa ketika aku "jatuh cinta", aku menjadi lupa bahwa perasaan itu bisa saja hanya perasaanku secara sepihak.
aku sengaja menggunakan apostrop dalam kata "jatuh cinta" karena bukan hanya berarti kepada kekasih tapi juga pada teman atau pada sebuah bentuk hubungan. "Jatuh cinta" bagiku adalah membangun percaya....
Dengan cara Nya, Allah memberitahuku.. betapa aku mencintainya dengan hati, dan menganggap sebagai cinta sejati. Kemudian dengan cara Nya, dia membukakan bahwa apa yang aku pikirkan dan begitu membebani hatiku tak pernah ada artinya bagi hidupnya. aku hanyalah sejajaran kata dan rangkaian huruf.
Dengan cara Nya, Allah membuatku belajar... betapapun aku tahu sebuah kenyataan, ternyata aku tetap mencintainya hanya kini tanpa beban yang membuatku menangis setiap hari. aku akan tetap jadi aku dengan naif dan polosku, tetap mencintainya. dengan doa yang tetap sama, semoga Allah membahagiakanmu selalu, dengan orang-orang disekelilingmu yang lebih sempurna, yang lebih membuatmu bahagia, yang lebih memperhatikanmu, yang memberi kebaikan kepadamu dan tak pernah mengecewakanmu, dan juga lebih mampu membawamu ke puncak mimpimu.
Dengan cara Nya, Allah memberiku bahagia... bahwa kekhawatiranku tentang dia tak beralasan, dia punya banyak orang yang akan membuatnya tak pernah kesepian..
Dengan cara Nya, Allah mengingatkanku..bahwa cinta sejati itu milikku, tapi jangan pernah berharap bahwa ada cinta sejati bagiku..
Beberapa hari lalu saya berdoa, minta kepada Allah diberi kesempatan dan keajaiban bagi hidup saya yang terasa semakin berat belakangan ini. Dan dengan caranya Allah menunjukan kepada saya secara berlapis-lapis..
dan inti dari semua itu adalah kesejatian. Perlahan namun pasti, Allah membukakan tentang kesejatian kepadaku, mengupas diriku. Betapa sebetulnya aku naif dan begitu polos memandang dunia. Betapa ketika aku "jatuh cinta", aku menjadi lupa bahwa perasaan itu bisa saja hanya perasaanku secara sepihak.
aku sengaja menggunakan apostrop dalam kata "jatuh cinta" karena bukan hanya berarti kepada kekasih tapi juga pada teman atau pada sebuah bentuk hubungan. "Jatuh cinta" bagiku adalah membangun percaya....
Dengan cara Nya, Allah memberitahuku.. betapa aku mencintainya dengan hati, dan menganggap sebagai cinta sejati. Kemudian dengan cara Nya, dia membukakan bahwa apa yang aku pikirkan dan begitu membebani hatiku tak pernah ada artinya bagi hidupnya. aku hanyalah sejajaran kata dan rangkaian huruf.
Dengan cara Nya, Allah membuatku belajar... betapapun aku tahu sebuah kenyataan, ternyata aku tetap mencintainya hanya kini tanpa beban yang membuatku menangis setiap hari. aku akan tetap jadi aku dengan naif dan polosku, tetap mencintainya. dengan doa yang tetap sama, semoga Allah membahagiakanmu selalu, dengan orang-orang disekelilingmu yang lebih sempurna, yang lebih membuatmu bahagia, yang lebih memperhatikanmu, yang memberi kebaikan kepadamu dan tak pernah mengecewakanmu, dan juga lebih mampu membawamu ke puncak mimpimu.
Dengan cara Nya, Allah memberiku bahagia... bahwa kekhawatiranku tentang dia tak beralasan, dia punya banyak orang yang akan membuatnya tak pernah kesepian..
Dengan cara Nya, Allah mengingatkanku..bahwa cinta sejati itu milikku, tapi jangan pernah berharap bahwa ada cinta sejati bagiku..
Langganan:
Postingan (Atom)
