Sunyi mengalun sampai jauh
Meresap ke dalam hati
Airmata membeku menjadi pecahan kristal tajam
Yang tak henti menggores
Senyap menyekap dalam pengap
Dan cahaya seakan tak mampu menyelinap
Kulihat kau tergagap,
diam
Terhenyak
tak mampu menegaskan diri
Dan dalam cahaya mata penuh duka
Kali ini
Ijinkan aku yang memilih
Meski begitu berat dan pahit
Meski ini bukan yang aku inginkan, pasti
Dan juga bukan yang kau maui
Ijinkan aku melupakanmu, mulai hari ini
Ijinkan aku untuk meninggalkanmu, darling
Jangan ada air mata lagi
Jangan ada luka hati lagi
Selamat tinggal kekasih
Selasa, 06 Mei 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar