Minggu, 18 Mei 2008

Kuta

aku melangkah di pantaimu
bersama harapan yang kian sayup
dan kenangan yang meredup
dalam sepinya sendiriku

matahari merahmu pun begitu sendu
dan hembusmu menyanyikan pilu
saat sisa hangat pasirmu menyapa kakiku
dan ombakmu kembali ke laut biru

di tempat ini
aku tak benar-benar sendiri
begitu banyak yang menyertai
tapi, hatiku sungguh sungguh sepi
sepi
nyeri

dan gemuruh ombak itu
seperti gemuruh tangis dalam hatiku
saat kau melukaiku
dengan rangkaian katamu

dan aku hanya mampu terduduk dipantaimu
merintih menahan lukaku
menutupi wajahku
yang selalu basah dengan airmataku
setiap kali aku mengingatmu

Tidak ada komentar: