Selama ini kita banyak melalui hari-hari bersama. Begitu dekat, begitu akrab.
Banyak hal kau bisikan kepadaku tentang hatimu. Aku ingat saat kau mendekapku dan membisikan rasa bahagiamu yang tak terkira, hanya untuk sebuah perhatian kecil...
Kamu memang banyak sekali berbagi denganku. Tentang rindumu, desah bahagiamu, tapi... belakangan ini yang kau bagi selalu air matamu....air mata dan air mata...
Kau menangis dalam sunyi kamarmu. Terisak nyaris tanpa suara. Memelukku sangat erat, mendekapku dan membasahiku dengan curahan airmata yang begitu banyak, nyaris tanpa cerita. Hanya airmata dan air mata. Namun airmata itu mencerminkan betapa besar perih yang ada dalam hatimu.
Mengapa kini kau selalu menangis, Sayang? Tanpa kata-kata, hanya air mata.. Kemana senyummu dulu saat mendekapku? Kemana mesramu dulu saat kau memelukku. Kemana desahmu di sela kangenmu? Hanya airmata sampai kau jatuh terlelap. Hanya desah resahmu disela tidurmu yang gelisah...
Rabu, 07 Mei 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar