Perlahan kau datang dalam hidupku
mencoba memberi warna lain
mencoba menghapus luka
tapi maafkan aku tak pernah bisa
perlahan kau menawarkan sapu tangan
dengan santun kau minta ku menyeka darah
yang terus mengalir dari suka yang mendera
tapi darah itu tak jua berhenti
perlahan kau berikan sayang
kau limpahkan cinta agar aku lupa
tapi aku tak pernah mampu menyingkirkan nyeri
terimakasih,
tapi cinta ini tak akan pernah jadi milikmu
Senin, 30 Juni 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar