Senin, 24 November 2008

Rinai November

sungguh sulit mengerti hatimu
semula begitu manis
dengan segala kata meluluhkan hati

sejenak
amarah datang tanpa sebab
bergemuruh dalam guntur dan badai yang dasyat
bagai topan yang seakan menghancurkan segalanya

aku terluka sungguh
dengan segala kata yang terucap
meski aku berusaha diam
meski aku berusaha untuk mengalah
tak membuatmu mereda

maka ketika kuputuskan untuk pergi
dan menyudahi semua cerita
mengapa kau datang berlari
dan memohon ku dengan berlutut
untuk kembali

sungguh aku lelah
dengan permainan seperti layang-layang ini
kadang kau biarkan aku melayang tinggi
kadang kau tarik keras
dan kau hempaskan aku ke tanah
dan membiarkanku terobek dan berdarah...

akukah yang tak pernah mampu mengerti
ataukah cinta memang harus selalu menjadi luka?

4 komentar:

ipat mengatakan...

jangan lelah berjuanglah terus-hingga akhir hayat

melloworld mengatakan...

its just a poem, Sir

Fahmi R. Kubra mengatakan...

"Rinai" itu maksudnya gerimis ya? Bukan merk kompor gas, atau yg lainnya. Wakakakak... Kok, fotomu lebih imut dari DD yang kukenal 20 tahun yl... wow, its really long long time ago... masih kuingat dikau rada marah ketika kubilang "tumben kamu baik" waktu ngasih kursi buat kuliah bareng, ha ha ha...

melloworld mengatakan...

hahahah
imut apa amit Mas?
aku ga jualan kompor Gas Mas.hehehehe