Ketika gemuruh itu
Menghentakan aku dari lamunan panjang
Kenyataan menghempasku pada kegamangan
Semua tlah luluh lantak
Dan mimpi hancur berkeping-keping
Dalam serpihan-serpihan tak berbentuk
Ketika gelegar itu memecah rasa
Dalam terhuyung ku coba mengangkat wajah
Begitu pedih segenap luka di sekujur tubuh
Dan darah bagai tak henti menetes dari luka-luka itu
Dan aku tak mampu lagi hentakan langkah
Betapa berat beban yang menghimpit
Segenap kenangan berlarian dalam bayangan mata
Dalam gelap pelupuk yang semakin berat kubuka
Dan dingin yang perlahan merayapi tubuh
Perlahan membekukan diri
Allah Rabbku,Inikah saat Engkau memanggilku pulang?
Kamis, 19 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

2 komentar:
itu hanya perasaan semata, karena terlalu khusuk memikirkan derita, padahal Allah telah memberi garis hidup dan matinya manusia, tentulah ibu harus yakin akan hal itu. terimakasih Allah engkau telah memberikan ujian tentu ada maksud yang llebih baik semoga apa yang di inginkan oleh ibu dapat tercapai, Allah mudahkanlah ibu dian dalam segala urusan jauhkan dari malapetaka kautkanlah imannya aminn
thanks..
tapi ini bukan tentang mengeluhkan derita
Posting Komentar