Kamis, 27 September 2012

Rindu mu

mendung itu menghadiahkan rindu


mengirim asa yang sendu



mendung mengantarkan sedikit gerimis

menyentuh hati menghantar tangis



di tempat itu

tak lagi kutemukan kamu



di langit kelabu

tempat kulemparkan pandangku



di hati ku

ada luka karena sembilu rindu

Senin, 10 September 2012

Lelah Hati

Mengapa aku masih saja tersedu sendiri


Dalam ruang yang bertambah kelam sunyi

Untuk sesuatu yang tak seharusnya aku tangisi

Karena semua duga itu hanya ada dalam kepala ini

Karena semua nyeri itu hanya dalam hati



Mengapa hatiku masih saja merasa ngilu

Ketika berusaha menghalau segala rindu

Untuk sesuatu yang aku tahu, bukan untukku



Mengapa aku masih saja menghapus airmata

Mengapa aku masih saja tak rela

Ketika memilih jalan yang nyata

Jalan yang tegas mengariskan hidup kita

Meski itu merobek jiwa



Mengapa aku selalu larut dalam haru

Melihat betapa jalan itu seperti labyrinth yang begitu berliku

Dan berapa banyak cerita sendu

Yang harus dilalui aku dan kamu

Dan kita tidak akan pernah dapat bertemu

Saat Berkunjung ke Rumah mu

Anakku


Saat bundamu berkunjung ke rumahmu

Selalu ada gelayut sendu

Dalam kalbu bundamu

Selalu ada serangkai rindu

Buatmu, anakku



Anakku,

Saat bunda mengeja doa

Seakan kudengar suaramu mengajakku bercanda

Secercah tawa ceria

Yang ingin menghapus duka bunda



Anakku

Bayangmu melela dimata

Saat ku dengar tangismu yang tertahan sesak

Saat engkau pergi selamanya

Saat engkau yang terbaring tak bergerak,

Saat engkau dimandikan para pria

Dan tak lagi bersama bunda



Anakku

Orang bilang engkau adalah tabungan syurga

Bagi aku, sang bunda

Tapi sungguh seandainya bisa

Bunda ingin segera bersama

KUAT

Aku harus kuat


Aku harus kuat

Aku harus kuat

Aku harus kuat

Itu yang selalu ku pompa dalam hatiku setiap waktu

Setiap kali nyeri itu merobek hatiku

Setiap kali keinginan itu menggoda batinku

Setiap kali isak itu memenuhi dadaku

Setiap kali air mata itu menggenang di mataku



Aku harus berani berhenti

Mengikuti permainan yang menyakitkan hati

Berhenti dan tak lagi kembali

Meski godaan itu datang silih berganti



Aku harus kuat

Aku harus kuat

Aku harus kuat

Aku harus kuat

Meskipun itu berarti aku kehilangan bahagia

Meski itu berarti aku melupakan segala rasa

Meski berarti aku tak lagi mampu tertawa

Meski aku tak lagi bisa

Merasa tersanjung dan terpesona

Dan kehilangan kata-kata

Atas segala kejutan manisnya



Aku harus kuat

Meski aku sangat terluka

Please... Berhentilah bermain dengan hatiku.. Memang kau tak pernah melihatku menangis, karena kau akan selalu melihatku tersenyum manis.. and Please... Berhentilah mempermainkan hatiku.. karena aku tak pernah tahu, betapa dalam luka hatiku. Berhentilah merampas semua yang tebaik bagiku, berhentilah mengambil semua bahagiaku hanya untuk kesenanganmu.. Please berhentilah membuat hatiku berdarah dengan segala permainanmu..

Surat buat Santi

I know him so well, percaya deh sama gw, he always kept your love in his heart, he really loved you so much, more than anything, till the death apart both of you.




Hei dee... he is beside me right now, he's so happy, krn gw dah menyampaikan kata cinta yg selama ini bersemayam dihatinya, cintanya dibawa hingga ke keabadian, dan itu hanya buat kamu seorang... :x:x



Pls, send him a bunch of doa... :):)





The initial is BA... is it right ??



Di akhir kebersamaan dengannya,

hanya ada seseorang yg paling lekat disanubarinya,

dara yang tidak pernah menyakitinya,

tapi sayang, jarak memisahkan dia dan daranya,

tapi indahnya, walau berjarak, dengan segala keterbatasannya,

disempatkan untuk mengunjungi sang dara,

hingga garis nasib mengharuskan dia hijrah ke negeri sejuta santri,

hingga melepas nafas terakhirnya,

tapi hatinya tidak pernah lepas dari sang dara.



I think, its true love Dee.



Big hug... :)

Santi



Maafkan saya, Santi karena telah menyalin apa yang telah kau tulis buat saya. Semoga kita bicara mengenai BA yang sama..



Tulisanmu, Santi.. membuat mata dan hati saya terbuka, betapa egoisnya saya selama menghadapi hidup saya ini. BA yang bersama denganku sejak kelas 5 SD! Tapi saya sama sekali tidak dapat membaca kata hatinya...



Kau tahu mengapa Santi? Karena dia selalu berada dalam bayang-bayang orang-orang yang berani mengungkapkan segala rasanya. Saya tidak dapat membayangkan bagaimana hatinya pada saat mengantarkan mereka ke rumah saya. (Santi tahu kan siapa orang-orang itu... temen-temen deket BA juga) dan BA juga tahu bagaimana saya menolak mereka dan menjadikan mereka sebagai sahabat-sahabat saya. Dan bagaimana saya bisa mengerti hatinya kalau selama itu yang dia lakukan adalah berada dibalik bayang-bayang mereka?



Saya menyayangi dia, sungguh. Seumur hidup saya tidak pernah ada seseorang yang sebaik dia. Yang tak pernah menyakiti hati saya sedikitpun. Yang selalu bersedia menjadi seseorang tempat saya berlari. Ya, setiap kali saya butuh pertolongan, saya kan berlari kepadanya. Itu sebabnya dia termasuk salah satu orang yang saya undang pada ulang tahun ke 17 yang hanya terbatas pada 5 orang teman terbaik.



Saya selalu ingat bagaimana saya naik tangga hanya untuk mengintip ke rumahnya atau meneriaki Bapak dengan ucapan "Selamat sore, Pak" sambil sembunyi. (Kamu ga pernah tahu kan...). Batas kami cuma tembok itu, tembok yang cukup tinggi. Tapi, jujur saya suka mengamati kegiatan di halaman belakang itu. Menjelang Lebaran, Bapak & Ibu membuat ketupat di sana.



Sesungguhnya, dia sangat special buat saya. Itu sebabnya saya menangis berhari-hari saat tahu dia pergi. Saya sangat kehilangan dia. Bahkan saya sempat merekam satu kaset cerita mengenai apa yang pernah saya dan dia jalani. sayang kaset itu hilang pada saat saya pindah dari Bogor ke Purwakarta. Setiap hari bermimpi tentang dia sampai saatnya sempat menengoknya. Dia sangat berarti dalam hidup saya.



Tahukah kamu, saya pernah sampai mengejarnya ke Tajur saat saya dengar dia ada di sana. Tapi sayang, saya tidak bisa menemuinya...Katanya dia sudah pergi.



Maafkan saya jika saya tidak mampu mengerti apa yang dia simpan dibalik segala sikap santunnya, dibalik tatapan sejuknya dibalik setiap kata-katanya... Dan dia selalu istimewa buat saya (dan saat ini betapa saya rindu kepadanya)



Begitu banyak tentang dia dalam hati saya, Santi.

Semoga dia memaafkan saya atas segala kebodohan dan keegoisan saya ini.

Saya memang tak pernah bermaksud menyakiti hatinya yang amat baik



(Santi... tiba-tiba terbayang saat dia mengantarkan lampu semprong yang rusak.. dengan wajah takut dimarahi oleh kakak saya. Kakak saya tidak jadi marah karena melihat wajah melas itu. Dan justru saya yang sempat mengeluh karena merasa dibohongi oleh salah satu temannya. Dia hanya menatap dengan mata memohon maaf.)



Santi.. saya menyayanginya... tapi dengan cara yang mungkin tidak akan pernah dimengerti siapapun bahkan oleh dia pada saat itu. Dia akan selalu ada dihati saya seperti selama ini saya menyimpannya di tempat yang indah. Mungkin ditempatnya, dia sekarang jauh lebih mengerti apa yang saya rasakan, bahwa sayang saya jauh lebih agung dari sekedar cinta.



Tahukah kamu, waktu yang selalu begitu kuat mengingatkan padanya? Hari Raya Qurban. dan tahukan kamu mengapa saya tak pernah lagi mengunjungi rumahnya? Karena saya akan selalu menangis. dan saya tahu, dia tak pernah ingin melihat saya menangis. Dia bingung kalau lihat saya menangis.



Semoga Allah memberikan tempat terbaik baginya, seperti dia memberi tempat terbaik bagi saya dihatinya.



Jika ini sungguh sebuah cinta sejati.. maka saya sungguh menyesalinya karena tak pernah mengetahuinya. Ataukah cinta sejati memang harus dibawa mati? Jika saja saya tahu ada sebuah cinta sejati, mungkin saya tak pernah lagi mencarinya karena saat itu saya mencarinya pada orang yang salah.



Santi, terimakasih ..

seandainya saya bisa menebus semua ini..

segala salah saya pada BA..



Nuansa Bening itu mengalun dalam hati saya seperti yang dinyanyikan Keenan Nasution..

BA, Sad Side of my Life

Beribu hari telah berlalu dari hari itu


Tapi mengapa nyeri itu masih saja sama sakitnya



Beribu hari telah berlalu dari hari itu

Tapi mengapa kenangan itu masih saja selalu sama kuatnya



Beribu hari telah berlalu dari hari itu

Tapi mengapa rindu itu masih selalu ada



Beribu hari telah berlalu dari hari itu

Tangis itu masih saja menyesak dada



Beribu hari telah berlalu dari hari itu

Masih saja kuharap memandangmu dari balik jendela



Beribu hari telah berlalu dari hari itu

Masih saja berharap esok kan jumpa

Menatap mata teduhnya

Tertawa dalam candanya

Berlindung dalam bijaknya

Betapa aku rindu pada sapanya







........................................................

........................................................

.........................................................

(Dedicated for Mbak Julia,

Engkau pernah merasakan betapa beratnya kehilangan sahabat dalam hidupmu,

Engkaupun mungkin bisa merasakan yang kini saya rasakan,

betapa rasa getir itu masih selalu ada

meskipun waktu telah berlalu lama,

apalagi pada saat ada yang kembali membuka luka,

tapi kita sama tahu,

Sahabat kita akan selalu punya tempat istimewa

dalam hati kita, selamanya

meski waktu terus berjalan beribu hari..)

LIVE IS NEVER BE SO EASY (MAY 2007)

Saya punya teman...kami bersahabat baik walaupun tak bisa dibilang dekat.




Suatu hari dia tiba-tiba berkata bahwa hidup ini tidak adil. Dia mengeluh mengenai apa yang dia alami, apa yang tidak dia miliki dan apa yang dia miliki tapi tak cukup. Tak cukup waktu untuk bercengkrama dengan anaknya, tak ada cukup materi untuk membayar segala kebutuhannya, tak cukup kehormatan yang diterima untuk segala jerih payahnya....



Aku hanya mampu tersenyum. Maaf, bukan tersenyum untuk segala kesedihan dan kesusahan hatinya. Tapi karena aku amat sangat mengerti apa yang ditanggungnya, kekecewaanya. Aku tak mampu berkata-kata. Aku hanya mampu mendengarnya......



Aku kemudian tenggelam dalam kesedihanku sendiri. Di sekolah anakku akan ada acara jalan-jalan ke Water Boom tanggal 3 Mei. Tapi aku tak bisa menemani anakku itu. Masih selalu terngiang di telinga ku bagaimana dengan mata dan nada penuh harap anakku memohon agar aku bisa menemaninya saat ke Water Boom nanti. Sungguh, hatiku terluka......aku tak mampu berkata-kata. Betapa aku tak ingin melukai harapannya yang sesungguhnya sangat sederhana. Sungguh, bukan aku terlalu mengejar materi sehingga aku rela meninggalkan anakku. Sungguh, kondisiku adalah kondisi yang tak akan diterima oleh banyak orang. Aku tak punya pilihan...



Aku hanya mampu berharap dan berdoa kepada Allah, semoga yang aku lakukan di tanggal 3 Mei bukanlah seperti paku yang kutancapkan ke papan kayu. Dimana pakunya bisa kucabut tapi bekasnya tak bisa hilang. Semoga anakku akan memaafkanku dan akan mengerti pilihan Bundanya. Maafkan Bunda telah mengecewakan harapanmu anakku.



Kembali ke sahabatku...dia masih merenung dengan raut wajah yang berubah-ubah...terkadang merengut kesal, terkadang seperti kosong, terkadang terlihat begitu sedih, dan banyak lagi ekspresi yang tak terceritakan...Dan aku, hanya mampu berkata "bersabarlah"



Kata-kata yang sesungguhnya lebih tepat ku arahkan ke pada diriku sendiri. Aku harus lebih banyak bersabar. aku yakin, aku percaya, Allah akan selalu menyayangiku dengan cara Nya. Selama aku berusaha untuk tetap lurus di jalan Nya. Allah punya rencana bagiku, bagi anakku, bagi keluargaku...



Bersabarlah sahabatku...Hidup tidak mudah. Mudahkanlah dengan mempermudah orang lain dalam melakukan kebaikan. Masih banyak orang yang jauuuuuuuuuh lebih sulit dari kita. Jadilah orang yang mampu bersyukur bahkan untuk setiap kepahitan yang di alami. Karena jika engkau melewati terowongan panjang yang sempit dan gelap, tatap akan ada cahaya di ujung terowongan itu...Semoga segala kepahitan akan berbuah manis...

Minggu, 29 April 2012

Kau

kau hanya sepotong nostalgia


yang terpuruk dalam kamar gelap


yang tlah lama terlupakan




mengapa


kau selalu berusaha datang lagi


membuka luka lama




sungguh,


tentangmu aku tlah menghapusnya


tak ada dendam




jadi pergilah
kau datanghanya sebagai mimpi buruk
dari pojokan berdebu
selamat tinggal kenangan,
jangan pernah kembali

Onces

Onces in my life


When I saw the stars shining

I remembered the same shine in your eyes

When I felt the warm of the sun

I remembered the same warm of your smile

When I enjoyed the gentle wind in my face

I remembered the gentle touch of your heart



Onces in my life

When I walked through the path in the garden

I remembered a similar path we ever walked together

When I sat on the garden chair

I remembered the chair in our garden of memories



Onces in my days

When I heard someone call my name

I hoped I can hear your voice said my name

When I watched friends gathering

I wished we have time to be together again



Onces in my hopes

I cried to beg our time can be replied

I hold your both hands and told how much I care

I bended on my knee to ask sorries for ever do hurting you



Onces in my wishes

I can always keep our promises

To never forget each other

To save all the memories we ever share

To keep in touch in our whole life

To stay sending greet, and say hi!

To find the way for see each even only one day in other chances



Onces in my dreams

I can be back in our days

When you were be the guardian angels

Who were caring on facing hard life

Who were spending our last day with sweet memories…

Who were protect my heart from uneccesary sadness

Who were shed the tear n tried to make me smile

Who were always convince everything will be okay

Who were hand in hand solve the difficulties

Not only together in joy but yet in hurts





You took my sadness

But you took my smile