mendung itu menghadiahkan rindu
mengirim asa yang sendu
mendung mengantarkan sedikit gerimis
menyentuh hati menghantar tangis
di tempat itu
tak lagi kutemukan kamu
di langit kelabu
tempat kulemparkan pandangku
di hati ku
ada luka karena sembilu rindu
Kamis, 27 September 2012
Senin, 10 September 2012
Lelah Hati
Mengapa aku masih saja tersedu sendiri
Dalam ruang yang bertambah kelam sunyi
Untuk sesuatu yang tak seharusnya aku tangisi
Karena semua duga itu hanya ada dalam kepala ini
Karena semua nyeri itu hanya dalam hati
Mengapa hatiku masih saja merasa ngilu
Ketika berusaha menghalau segala rindu
Untuk sesuatu yang aku tahu, bukan untukku
Mengapa aku masih saja menghapus airmata
Mengapa aku masih saja tak rela
Ketika memilih jalan yang nyata
Jalan yang tegas mengariskan hidup kita
Meski itu merobek jiwa
Mengapa aku selalu larut dalam haru
Melihat betapa jalan itu seperti labyrinth yang begitu berliku
Dan berapa banyak cerita sendu
Yang harus dilalui aku dan kamu
Dan kita tidak akan pernah dapat bertemu
Dalam ruang yang bertambah kelam sunyi
Untuk sesuatu yang tak seharusnya aku tangisi
Karena semua duga itu hanya ada dalam kepala ini
Karena semua nyeri itu hanya dalam hati
Mengapa hatiku masih saja merasa ngilu
Ketika berusaha menghalau segala rindu
Untuk sesuatu yang aku tahu, bukan untukku
Mengapa aku masih saja menghapus airmata
Mengapa aku masih saja tak rela
Ketika memilih jalan yang nyata
Jalan yang tegas mengariskan hidup kita
Meski itu merobek jiwa
Mengapa aku selalu larut dalam haru
Melihat betapa jalan itu seperti labyrinth yang begitu berliku
Dan berapa banyak cerita sendu
Yang harus dilalui aku dan kamu
Dan kita tidak akan pernah dapat bertemu
Saat Berkunjung ke Rumah mu
Anakku
Saat bundamu berkunjung ke rumahmu
Selalu ada gelayut sendu
Dalam kalbu bundamu
Selalu ada serangkai rindu
Buatmu, anakku
Anakku,
Saat bunda mengeja doa
Seakan kudengar suaramu mengajakku bercanda
Secercah tawa ceria
Yang ingin menghapus duka bunda
Anakku
Bayangmu melela dimata
Saat ku dengar tangismu yang tertahan sesak
Saat engkau pergi selamanya
Saat engkau yang terbaring tak bergerak,
Saat engkau dimandikan para pria
Dan tak lagi bersama bunda
Anakku
Orang bilang engkau adalah tabungan syurga
Bagi aku, sang bunda
Tapi sungguh seandainya bisa
Bunda ingin segera bersama
Saat bundamu berkunjung ke rumahmu
Selalu ada gelayut sendu
Dalam kalbu bundamu
Selalu ada serangkai rindu
Buatmu, anakku
Anakku,
Saat bunda mengeja doa
Seakan kudengar suaramu mengajakku bercanda
Secercah tawa ceria
Yang ingin menghapus duka bunda
Anakku
Bayangmu melela dimata
Saat ku dengar tangismu yang tertahan sesak
Saat engkau pergi selamanya
Saat engkau yang terbaring tak bergerak,
Saat engkau dimandikan para pria
Dan tak lagi bersama bunda
Anakku
Orang bilang engkau adalah tabungan syurga
Bagi aku, sang bunda
Tapi sungguh seandainya bisa
Bunda ingin segera bersama
KUAT
Aku harus kuat
Aku harus kuat
Aku harus kuat
Aku harus kuat
Itu yang selalu ku pompa dalam hatiku setiap waktu
Setiap kali nyeri itu merobek hatiku
Setiap kali keinginan itu menggoda batinku
Setiap kali isak itu memenuhi dadaku
Setiap kali air mata itu menggenang di mataku
Aku harus berani berhenti
Mengikuti permainan yang menyakitkan hati
Berhenti dan tak lagi kembali
Meski godaan itu datang silih berganti
Aku harus kuat
Aku harus kuat
Aku harus kuat
Aku harus kuat
Meskipun itu berarti aku kehilangan bahagia
Meski itu berarti aku melupakan segala rasa
Meski berarti aku tak lagi mampu tertawa
Meski aku tak lagi bisa
Merasa tersanjung dan terpesona
Dan kehilangan kata-kata
Atas segala kejutan manisnya
Aku harus kuat
Meski aku sangat terluka
Please... Berhentilah bermain dengan hatiku.. Memang kau tak pernah melihatku menangis, karena kau akan selalu melihatku tersenyum manis.. and Please... Berhentilah mempermainkan hatiku.. karena aku tak pernah tahu, betapa dalam luka hatiku. Berhentilah merampas semua yang tebaik bagiku, berhentilah mengambil semua bahagiaku hanya untuk kesenanganmu.. Please berhentilah membuat hatiku berdarah dengan segala permainanmu..
Aku harus kuat
Aku harus kuat
Aku harus kuat
Itu yang selalu ku pompa dalam hatiku setiap waktu
Setiap kali nyeri itu merobek hatiku
Setiap kali keinginan itu menggoda batinku
Setiap kali isak itu memenuhi dadaku
Setiap kali air mata itu menggenang di mataku
Aku harus berani berhenti
Mengikuti permainan yang menyakitkan hati
Berhenti dan tak lagi kembali
Meski godaan itu datang silih berganti
Aku harus kuat
Aku harus kuat
Aku harus kuat
Aku harus kuat
Meskipun itu berarti aku kehilangan bahagia
Meski itu berarti aku melupakan segala rasa
Meski berarti aku tak lagi mampu tertawa
Meski aku tak lagi bisa
Merasa tersanjung dan terpesona
Dan kehilangan kata-kata
Atas segala kejutan manisnya
Aku harus kuat
Meski aku sangat terluka
Please... Berhentilah bermain dengan hatiku.. Memang kau tak pernah melihatku menangis, karena kau akan selalu melihatku tersenyum manis.. and Please... Berhentilah mempermainkan hatiku.. karena aku tak pernah tahu, betapa dalam luka hatiku. Berhentilah merampas semua yang tebaik bagiku, berhentilah mengambil semua bahagiaku hanya untuk kesenanganmu.. Please berhentilah membuat hatiku berdarah dengan segala permainanmu..
Surat buat Santi
I know him so well, percaya deh sama gw, he always kept your love in his heart, he really loved you so much, more than anything, till the death apart both of you.
Hei dee... he is beside me right now, he's so happy, krn gw dah menyampaikan kata cinta yg selama ini bersemayam dihatinya, cintanya dibawa hingga ke keabadian, dan itu hanya buat kamu seorang... :x:x
Pls, send him a bunch of doa... :):)
The initial is BA... is it right ??
Di akhir kebersamaan dengannya,
hanya ada seseorang yg paling lekat disanubarinya,
dara yang tidak pernah menyakitinya,
tapi sayang, jarak memisahkan dia dan daranya,
tapi indahnya, walau berjarak, dengan segala keterbatasannya,
disempatkan untuk mengunjungi sang dara,
hingga garis nasib mengharuskan dia hijrah ke negeri sejuta santri,
hingga melepas nafas terakhirnya,
tapi hatinya tidak pernah lepas dari sang dara.
I think, its true love Dee.
Big hug... :)
Santi
Maafkan saya, Santi karena telah menyalin apa yang telah kau tulis buat saya. Semoga kita bicara mengenai BA yang sama..
Tulisanmu, Santi.. membuat mata dan hati saya terbuka, betapa egoisnya saya selama menghadapi hidup saya ini. BA yang bersama denganku sejak kelas 5 SD! Tapi saya sama sekali tidak dapat membaca kata hatinya...
Kau tahu mengapa Santi? Karena dia selalu berada dalam bayang-bayang orang-orang yang berani mengungkapkan segala rasanya. Saya tidak dapat membayangkan bagaimana hatinya pada saat mengantarkan mereka ke rumah saya. (Santi tahu kan siapa orang-orang itu... temen-temen deket BA juga) dan BA juga tahu bagaimana saya menolak mereka dan menjadikan mereka sebagai sahabat-sahabat saya. Dan bagaimana saya bisa mengerti hatinya kalau selama itu yang dia lakukan adalah berada dibalik bayang-bayang mereka?
Saya menyayangi dia, sungguh. Seumur hidup saya tidak pernah ada seseorang yang sebaik dia. Yang tak pernah menyakiti hati saya sedikitpun. Yang selalu bersedia menjadi seseorang tempat saya berlari. Ya, setiap kali saya butuh pertolongan, saya kan berlari kepadanya. Itu sebabnya dia termasuk salah satu orang yang saya undang pada ulang tahun ke 17 yang hanya terbatas pada 5 orang teman terbaik.
Saya selalu ingat bagaimana saya naik tangga hanya untuk mengintip ke rumahnya atau meneriaki Bapak dengan ucapan "Selamat sore, Pak" sambil sembunyi. (Kamu ga pernah tahu kan...). Batas kami cuma tembok itu, tembok yang cukup tinggi. Tapi, jujur saya suka mengamati kegiatan di halaman belakang itu. Menjelang Lebaran, Bapak & Ibu membuat ketupat di sana.
Sesungguhnya, dia sangat special buat saya. Itu sebabnya saya menangis berhari-hari saat tahu dia pergi. Saya sangat kehilangan dia. Bahkan saya sempat merekam satu kaset cerita mengenai apa yang pernah saya dan dia jalani. sayang kaset itu hilang pada saat saya pindah dari Bogor ke Purwakarta. Setiap hari bermimpi tentang dia sampai saatnya sempat menengoknya. Dia sangat berarti dalam hidup saya.
Tahukah kamu, saya pernah sampai mengejarnya ke Tajur saat saya dengar dia ada di sana. Tapi sayang, saya tidak bisa menemuinya...Katanya dia sudah pergi.
Maafkan saya jika saya tidak mampu mengerti apa yang dia simpan dibalik segala sikap santunnya, dibalik tatapan sejuknya dibalik setiap kata-katanya... Dan dia selalu istimewa buat saya (dan saat ini betapa saya rindu kepadanya)
Begitu banyak tentang dia dalam hati saya, Santi.
Semoga dia memaafkan saya atas segala kebodohan dan keegoisan saya ini.
Saya memang tak pernah bermaksud menyakiti hatinya yang amat baik
(Santi... tiba-tiba terbayang saat dia mengantarkan lampu semprong yang rusak.. dengan wajah takut dimarahi oleh kakak saya. Kakak saya tidak jadi marah karena melihat wajah melas itu. Dan justru saya yang sempat mengeluh karena merasa dibohongi oleh salah satu temannya. Dia hanya menatap dengan mata memohon maaf.)
Santi.. saya menyayanginya... tapi dengan cara yang mungkin tidak akan pernah dimengerti siapapun bahkan oleh dia pada saat itu. Dia akan selalu ada dihati saya seperti selama ini saya menyimpannya di tempat yang indah. Mungkin ditempatnya, dia sekarang jauh lebih mengerti apa yang saya rasakan, bahwa sayang saya jauh lebih agung dari sekedar cinta.
Tahukah kamu, waktu yang selalu begitu kuat mengingatkan padanya? Hari Raya Qurban. dan tahukan kamu mengapa saya tak pernah lagi mengunjungi rumahnya? Karena saya akan selalu menangis. dan saya tahu, dia tak pernah ingin melihat saya menangis. Dia bingung kalau lihat saya menangis.
Semoga Allah memberikan tempat terbaik baginya, seperti dia memberi tempat terbaik bagi saya dihatinya.
Jika ini sungguh sebuah cinta sejati.. maka saya sungguh menyesalinya karena tak pernah mengetahuinya. Ataukah cinta sejati memang harus dibawa mati? Jika saja saya tahu ada sebuah cinta sejati, mungkin saya tak pernah lagi mencarinya karena saat itu saya mencarinya pada orang yang salah.
Santi, terimakasih ..
seandainya saya bisa menebus semua ini..
segala salah saya pada BA..
Nuansa Bening itu mengalun dalam hati saya seperti yang dinyanyikan Keenan Nasution..
Hei dee... he is beside me right now, he's so happy, krn gw dah menyampaikan kata cinta yg selama ini bersemayam dihatinya, cintanya dibawa hingga ke keabadian, dan itu hanya buat kamu seorang... :x:x
Pls, send him a bunch of doa... :):)
The initial is BA... is it right ??
Di akhir kebersamaan dengannya,
hanya ada seseorang yg paling lekat disanubarinya,
dara yang tidak pernah menyakitinya,
tapi sayang, jarak memisahkan dia dan daranya,
tapi indahnya, walau berjarak, dengan segala keterbatasannya,
disempatkan untuk mengunjungi sang dara,
hingga garis nasib mengharuskan dia hijrah ke negeri sejuta santri,
hingga melepas nafas terakhirnya,
tapi hatinya tidak pernah lepas dari sang dara.
I think, its true love Dee.
Big hug... :)
Santi
Maafkan saya, Santi karena telah menyalin apa yang telah kau tulis buat saya. Semoga kita bicara mengenai BA yang sama..
Tulisanmu, Santi.. membuat mata dan hati saya terbuka, betapa egoisnya saya selama menghadapi hidup saya ini. BA yang bersama denganku sejak kelas 5 SD! Tapi saya sama sekali tidak dapat membaca kata hatinya...
Kau tahu mengapa Santi? Karena dia selalu berada dalam bayang-bayang orang-orang yang berani mengungkapkan segala rasanya. Saya tidak dapat membayangkan bagaimana hatinya pada saat mengantarkan mereka ke rumah saya. (Santi tahu kan siapa orang-orang itu... temen-temen deket BA juga) dan BA juga tahu bagaimana saya menolak mereka dan menjadikan mereka sebagai sahabat-sahabat saya. Dan bagaimana saya bisa mengerti hatinya kalau selama itu yang dia lakukan adalah berada dibalik bayang-bayang mereka?
Saya menyayangi dia, sungguh. Seumur hidup saya tidak pernah ada seseorang yang sebaik dia. Yang tak pernah menyakiti hati saya sedikitpun. Yang selalu bersedia menjadi seseorang tempat saya berlari. Ya, setiap kali saya butuh pertolongan, saya kan berlari kepadanya. Itu sebabnya dia termasuk salah satu orang yang saya undang pada ulang tahun ke 17 yang hanya terbatas pada 5 orang teman terbaik.
Saya selalu ingat bagaimana saya naik tangga hanya untuk mengintip ke rumahnya atau meneriaki Bapak dengan ucapan "Selamat sore, Pak" sambil sembunyi. (Kamu ga pernah tahu kan...). Batas kami cuma tembok itu, tembok yang cukup tinggi. Tapi, jujur saya suka mengamati kegiatan di halaman belakang itu. Menjelang Lebaran, Bapak & Ibu membuat ketupat di sana.
Sesungguhnya, dia sangat special buat saya. Itu sebabnya saya menangis berhari-hari saat tahu dia pergi. Saya sangat kehilangan dia. Bahkan saya sempat merekam satu kaset cerita mengenai apa yang pernah saya dan dia jalani. sayang kaset itu hilang pada saat saya pindah dari Bogor ke Purwakarta. Setiap hari bermimpi tentang dia sampai saatnya sempat menengoknya. Dia sangat berarti dalam hidup saya.
Tahukah kamu, saya pernah sampai mengejarnya ke Tajur saat saya dengar dia ada di sana. Tapi sayang, saya tidak bisa menemuinya...Katanya dia sudah pergi.
Maafkan saya jika saya tidak mampu mengerti apa yang dia simpan dibalik segala sikap santunnya, dibalik tatapan sejuknya dibalik setiap kata-katanya... Dan dia selalu istimewa buat saya (dan saat ini betapa saya rindu kepadanya)
Begitu banyak tentang dia dalam hati saya, Santi.
Semoga dia memaafkan saya atas segala kebodohan dan keegoisan saya ini.
Saya memang tak pernah bermaksud menyakiti hatinya yang amat baik
(Santi... tiba-tiba terbayang saat dia mengantarkan lampu semprong yang rusak.. dengan wajah takut dimarahi oleh kakak saya. Kakak saya tidak jadi marah karena melihat wajah melas itu. Dan justru saya yang sempat mengeluh karena merasa dibohongi oleh salah satu temannya. Dia hanya menatap dengan mata memohon maaf.)
Santi.. saya menyayanginya... tapi dengan cara yang mungkin tidak akan pernah dimengerti siapapun bahkan oleh dia pada saat itu. Dia akan selalu ada dihati saya seperti selama ini saya menyimpannya di tempat yang indah. Mungkin ditempatnya, dia sekarang jauh lebih mengerti apa yang saya rasakan, bahwa sayang saya jauh lebih agung dari sekedar cinta.
Tahukah kamu, waktu yang selalu begitu kuat mengingatkan padanya? Hari Raya Qurban. dan tahukan kamu mengapa saya tak pernah lagi mengunjungi rumahnya? Karena saya akan selalu menangis. dan saya tahu, dia tak pernah ingin melihat saya menangis. Dia bingung kalau lihat saya menangis.
Semoga Allah memberikan tempat terbaik baginya, seperti dia memberi tempat terbaik bagi saya dihatinya.
Jika ini sungguh sebuah cinta sejati.. maka saya sungguh menyesalinya karena tak pernah mengetahuinya. Ataukah cinta sejati memang harus dibawa mati? Jika saja saya tahu ada sebuah cinta sejati, mungkin saya tak pernah lagi mencarinya karena saat itu saya mencarinya pada orang yang salah.
Santi, terimakasih ..
seandainya saya bisa menebus semua ini..
segala salah saya pada BA..
Nuansa Bening itu mengalun dalam hati saya seperti yang dinyanyikan Keenan Nasution..
BA, Sad Side of my Life
Beribu hari telah berlalu dari hari itu
Tapi mengapa nyeri itu masih saja sama sakitnya
Beribu hari telah berlalu dari hari itu
Tapi mengapa kenangan itu masih saja selalu sama kuatnya
Beribu hari telah berlalu dari hari itu
Tapi mengapa rindu itu masih selalu ada
Beribu hari telah berlalu dari hari itu
Tangis itu masih saja menyesak dada
Beribu hari telah berlalu dari hari itu
Masih saja kuharap memandangmu dari balik jendela
Beribu hari telah berlalu dari hari itu
Masih saja berharap esok kan jumpa
Menatap mata teduhnya
Tertawa dalam candanya
Berlindung dalam bijaknya
Betapa aku rindu pada sapanya
........................................................
........................................................
.........................................................
(Dedicated for Mbak Julia,
Engkau pernah merasakan betapa beratnya kehilangan sahabat dalam hidupmu,
Engkaupun mungkin bisa merasakan yang kini saya rasakan,
betapa rasa getir itu masih selalu ada
meskipun waktu telah berlalu lama,
apalagi pada saat ada yang kembali membuka luka,
tapi kita sama tahu,
Sahabat kita akan selalu punya tempat istimewa
dalam hati kita, selamanya
meski waktu terus berjalan beribu hari..)
Tapi mengapa nyeri itu masih saja sama sakitnya
Beribu hari telah berlalu dari hari itu
Tapi mengapa kenangan itu masih saja selalu sama kuatnya
Beribu hari telah berlalu dari hari itu
Tapi mengapa rindu itu masih selalu ada
Beribu hari telah berlalu dari hari itu
Tangis itu masih saja menyesak dada
Beribu hari telah berlalu dari hari itu
Masih saja kuharap memandangmu dari balik jendela
Beribu hari telah berlalu dari hari itu
Masih saja berharap esok kan jumpa
Menatap mata teduhnya
Tertawa dalam candanya
Berlindung dalam bijaknya
Betapa aku rindu pada sapanya
........................................................
........................................................
.........................................................
(Dedicated for Mbak Julia,
Engkau pernah merasakan betapa beratnya kehilangan sahabat dalam hidupmu,
Engkaupun mungkin bisa merasakan yang kini saya rasakan,
betapa rasa getir itu masih selalu ada
meskipun waktu telah berlalu lama,
apalagi pada saat ada yang kembali membuka luka,
tapi kita sama tahu,
Sahabat kita akan selalu punya tempat istimewa
dalam hati kita, selamanya
meski waktu terus berjalan beribu hari..)
LIVE IS NEVER BE SO EASY (MAY 2007)
Saya punya teman...kami bersahabat baik walaupun tak bisa dibilang dekat.
Suatu hari dia tiba-tiba berkata bahwa hidup ini tidak adil. Dia mengeluh mengenai apa yang dia alami, apa yang tidak dia miliki dan apa yang dia miliki tapi tak cukup. Tak cukup waktu untuk bercengkrama dengan anaknya, tak ada cukup materi untuk membayar segala kebutuhannya, tak cukup kehormatan yang diterima untuk segala jerih payahnya....
Aku hanya mampu tersenyum. Maaf, bukan tersenyum untuk segala kesedihan dan kesusahan hatinya. Tapi karena aku amat sangat mengerti apa yang ditanggungnya, kekecewaanya. Aku tak mampu berkata-kata. Aku hanya mampu mendengarnya......
Aku kemudian tenggelam dalam kesedihanku sendiri. Di sekolah anakku akan ada acara jalan-jalan ke Water Boom tanggal 3 Mei. Tapi aku tak bisa menemani anakku itu. Masih selalu terngiang di telinga ku bagaimana dengan mata dan nada penuh harap anakku memohon agar aku bisa menemaninya saat ke Water Boom nanti. Sungguh, hatiku terluka......aku tak mampu berkata-kata. Betapa aku tak ingin melukai harapannya yang sesungguhnya sangat sederhana. Sungguh, bukan aku terlalu mengejar materi sehingga aku rela meninggalkan anakku. Sungguh, kondisiku adalah kondisi yang tak akan diterima oleh banyak orang. Aku tak punya pilihan...
Aku hanya mampu berharap dan berdoa kepada Allah, semoga yang aku lakukan di tanggal 3 Mei bukanlah seperti paku yang kutancapkan ke papan kayu. Dimana pakunya bisa kucabut tapi bekasnya tak bisa hilang. Semoga anakku akan memaafkanku dan akan mengerti pilihan Bundanya. Maafkan Bunda telah mengecewakan harapanmu anakku.
Kembali ke sahabatku...dia masih merenung dengan raut wajah yang berubah-ubah...terkadang merengut kesal, terkadang seperti kosong, terkadang terlihat begitu sedih, dan banyak lagi ekspresi yang tak terceritakan...Dan aku, hanya mampu berkata "bersabarlah"
Kata-kata yang sesungguhnya lebih tepat ku arahkan ke pada diriku sendiri. Aku harus lebih banyak bersabar. aku yakin, aku percaya, Allah akan selalu menyayangiku dengan cara Nya. Selama aku berusaha untuk tetap lurus di jalan Nya. Allah punya rencana bagiku, bagi anakku, bagi keluargaku...
Bersabarlah sahabatku...Hidup tidak mudah. Mudahkanlah dengan mempermudah orang lain dalam melakukan kebaikan. Masih banyak orang yang jauuuuuuuuuh lebih sulit dari kita. Jadilah orang yang mampu bersyukur bahkan untuk setiap kepahitan yang di alami. Karena jika engkau melewati terowongan panjang yang sempit dan gelap, tatap akan ada cahaya di ujung terowongan itu...Semoga segala kepahitan akan berbuah manis...
Suatu hari dia tiba-tiba berkata bahwa hidup ini tidak adil. Dia mengeluh mengenai apa yang dia alami, apa yang tidak dia miliki dan apa yang dia miliki tapi tak cukup. Tak cukup waktu untuk bercengkrama dengan anaknya, tak ada cukup materi untuk membayar segala kebutuhannya, tak cukup kehormatan yang diterima untuk segala jerih payahnya....
Aku hanya mampu tersenyum. Maaf, bukan tersenyum untuk segala kesedihan dan kesusahan hatinya. Tapi karena aku amat sangat mengerti apa yang ditanggungnya, kekecewaanya. Aku tak mampu berkata-kata. Aku hanya mampu mendengarnya......
Aku kemudian tenggelam dalam kesedihanku sendiri. Di sekolah anakku akan ada acara jalan-jalan ke Water Boom tanggal 3 Mei. Tapi aku tak bisa menemani anakku itu. Masih selalu terngiang di telinga ku bagaimana dengan mata dan nada penuh harap anakku memohon agar aku bisa menemaninya saat ke Water Boom nanti. Sungguh, hatiku terluka......aku tak mampu berkata-kata. Betapa aku tak ingin melukai harapannya yang sesungguhnya sangat sederhana. Sungguh, bukan aku terlalu mengejar materi sehingga aku rela meninggalkan anakku. Sungguh, kondisiku adalah kondisi yang tak akan diterima oleh banyak orang. Aku tak punya pilihan...
Aku hanya mampu berharap dan berdoa kepada Allah, semoga yang aku lakukan di tanggal 3 Mei bukanlah seperti paku yang kutancapkan ke papan kayu. Dimana pakunya bisa kucabut tapi bekasnya tak bisa hilang. Semoga anakku akan memaafkanku dan akan mengerti pilihan Bundanya. Maafkan Bunda telah mengecewakan harapanmu anakku.
Kembali ke sahabatku...dia masih merenung dengan raut wajah yang berubah-ubah...terkadang merengut kesal, terkadang seperti kosong, terkadang terlihat begitu sedih, dan banyak lagi ekspresi yang tak terceritakan...Dan aku, hanya mampu berkata "bersabarlah"
Kata-kata yang sesungguhnya lebih tepat ku arahkan ke pada diriku sendiri. Aku harus lebih banyak bersabar. aku yakin, aku percaya, Allah akan selalu menyayangiku dengan cara Nya. Selama aku berusaha untuk tetap lurus di jalan Nya. Allah punya rencana bagiku, bagi anakku, bagi keluargaku...
Bersabarlah sahabatku...Hidup tidak mudah. Mudahkanlah dengan mempermudah orang lain dalam melakukan kebaikan. Masih banyak orang yang jauuuuuuuuuh lebih sulit dari kita. Jadilah orang yang mampu bersyukur bahkan untuk setiap kepahitan yang di alami. Karena jika engkau melewati terowongan panjang yang sempit dan gelap, tatap akan ada cahaya di ujung terowongan itu...Semoga segala kepahitan akan berbuah manis...
Minggu, 29 April 2012
Kau
kau hanya sepotong nostalgia
yang terpuruk dalam kamar gelap
yang tlah lama terlupakan
mengapa
kau selalu berusaha datang lagi
membuka luka lama
sungguh,
tentangmu aku tlah menghapusnya
tak ada dendam
jadi pergilah
kau datanghanya sebagai mimpi buruk
dari pojokan berdebu
selamat tinggal kenangan,
jangan pernah kembali
kau datanghanya sebagai mimpi buruk
dari pojokan berdebu
selamat tinggal kenangan,
jangan pernah kembali
Onces
Onces in my life
When I saw the stars shining
I remembered the same shine in your eyes
When I felt the warm of the sun
I remembered the same warm of your smile
When I enjoyed the gentle wind in my face
I remembered the gentle touch of your heart
Onces in my life
When I walked through the path in the garden
I remembered a similar path we ever walked together
When I sat on the garden chair
I remembered the chair in our garden of memories
Onces in my days
When I heard someone call my name
I hoped I can hear your voice said my name
When I watched friends gathering
I wished we have time to be together again
Onces in my hopes
I cried to beg our time can be replied
I hold your both hands and told how much I care
I bended on my knee to ask sorries for ever do hurting you
Onces in my wishes
I can always keep our promises
To never forget each other
To save all the memories we ever share
To keep in touch in our whole life
To stay sending greet, and say hi!
To find the way for see each even only one day in other chances
Onces in my dreams
I can be back in our days
When you were be the guardian angels
Who were caring on facing hard life
Who were spending our last day with sweet memories…
Who were protect my heart from uneccesary sadness
Who were shed the tear n tried to make me smile
Who were always convince everything will be okay
Who were hand in hand solve the difficulties
Not only together in joy but yet in hurts
You took my sadness
But you took my smile
When I saw the stars shining
I remembered the same shine in your eyes
When I felt the warm of the sun
I remembered the same warm of your smile
When I enjoyed the gentle wind in my face
I remembered the gentle touch of your heart
Onces in my life
When I walked through the path in the garden
I remembered a similar path we ever walked together
When I sat on the garden chair
I remembered the chair in our garden of memories
Onces in my days
When I heard someone call my name
I hoped I can hear your voice said my name
When I watched friends gathering
I wished we have time to be together again
Onces in my hopes
I cried to beg our time can be replied
I hold your both hands and told how much I care
I bended on my knee to ask sorries for ever do hurting you
Onces in my wishes
I can always keep our promises
To never forget each other
To save all the memories we ever share
To keep in touch in our whole life
To stay sending greet, and say hi!
To find the way for see each even only one day in other chances
Onces in my dreams
I can be back in our days
When you were be the guardian angels
Who were caring on facing hard life
Who were spending our last day with sweet memories…
Who were protect my heart from uneccesary sadness
Who were shed the tear n tried to make me smile
Who were always convince everything will be okay
Who were hand in hand solve the difficulties
Not only together in joy but yet in hurts
You took my sadness
But you took my smile
Langganan:
Postingan (Atom)
