Saya punya teman...kami bersahabat baik walaupun tak bisa dibilang dekat.
Suatu hari dia tiba-tiba berkata bahwa hidup ini tidak adil. Dia mengeluh mengenai apa yang dia alami, apa yang tidak dia miliki dan apa yang dia miliki tapi tak cukup. Tak cukup waktu untuk bercengkrama dengan anaknya, tak ada cukup materi untuk membayar segala kebutuhannya, tak cukup kehormatan yang diterima untuk segala jerih payahnya....
Aku hanya mampu tersenyum. Maaf, bukan tersenyum untuk segala kesedihan dan kesusahan hatinya. Tapi karena aku amat sangat mengerti apa yang ditanggungnya, kekecewaanya. Aku tak mampu berkata-kata. Aku hanya mampu mendengarnya......
Aku kemudian tenggelam dalam kesedihanku sendiri. Di sekolah anakku akan ada acara jalan-jalan ke Water Boom tanggal 3 Mei. Tapi aku tak bisa menemani anakku itu. Masih selalu terngiang di telinga ku bagaimana dengan mata dan nada penuh harap anakku memohon agar aku bisa menemaninya saat ke Water Boom nanti. Sungguh, hatiku terluka......aku tak mampu berkata-kata. Betapa aku tak ingin melukai harapannya yang sesungguhnya sangat sederhana. Sungguh, bukan aku terlalu mengejar materi sehingga aku rela meninggalkan anakku. Sungguh, kondisiku adalah kondisi yang tak akan diterima oleh banyak orang. Aku tak punya pilihan...
Aku hanya mampu berharap dan berdoa kepada Allah, semoga yang aku lakukan di tanggal 3 Mei bukanlah seperti paku yang kutancapkan ke papan kayu. Dimana pakunya bisa kucabut tapi bekasnya tak bisa hilang. Semoga anakku akan memaafkanku dan akan mengerti pilihan Bundanya. Maafkan Bunda telah mengecewakan harapanmu anakku.
Kembali ke sahabatku...dia masih merenung dengan raut wajah yang berubah-ubah...terkadang merengut kesal, terkadang seperti kosong, terkadang terlihat begitu sedih, dan banyak lagi ekspresi yang tak terceritakan...Dan aku, hanya mampu berkata "bersabarlah"
Kata-kata yang sesungguhnya lebih tepat ku arahkan ke pada diriku sendiri. Aku harus lebih banyak bersabar. aku yakin, aku percaya, Allah akan selalu menyayangiku dengan cara Nya. Selama aku berusaha untuk tetap lurus di jalan Nya. Allah punya rencana bagiku, bagi anakku, bagi keluargaku...
Bersabarlah sahabatku...Hidup tidak mudah. Mudahkanlah dengan mempermudah orang lain dalam melakukan kebaikan. Masih banyak orang yang jauuuuuuuuuh lebih sulit dari kita. Jadilah orang yang mampu bersyukur bahkan untuk setiap kepahitan yang di alami. Karena jika engkau melewati terowongan panjang yang sempit dan gelap, tatap akan ada cahaya di ujung terowongan itu...Semoga segala kepahitan akan berbuah manis...
Senin, 10 September 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar