Senin, 10 September 2012

Surat buat Santi

I know him so well, percaya deh sama gw, he always kept your love in his heart, he really loved you so much, more than anything, till the death apart both of you.




Hei dee... he is beside me right now, he's so happy, krn gw dah menyampaikan kata cinta yg selama ini bersemayam dihatinya, cintanya dibawa hingga ke keabadian, dan itu hanya buat kamu seorang... :x:x



Pls, send him a bunch of doa... :):)





The initial is BA... is it right ??



Di akhir kebersamaan dengannya,

hanya ada seseorang yg paling lekat disanubarinya,

dara yang tidak pernah menyakitinya,

tapi sayang, jarak memisahkan dia dan daranya,

tapi indahnya, walau berjarak, dengan segala keterbatasannya,

disempatkan untuk mengunjungi sang dara,

hingga garis nasib mengharuskan dia hijrah ke negeri sejuta santri,

hingga melepas nafas terakhirnya,

tapi hatinya tidak pernah lepas dari sang dara.



I think, its true love Dee.



Big hug... :)

Santi



Maafkan saya, Santi karena telah menyalin apa yang telah kau tulis buat saya. Semoga kita bicara mengenai BA yang sama..



Tulisanmu, Santi.. membuat mata dan hati saya terbuka, betapa egoisnya saya selama menghadapi hidup saya ini. BA yang bersama denganku sejak kelas 5 SD! Tapi saya sama sekali tidak dapat membaca kata hatinya...



Kau tahu mengapa Santi? Karena dia selalu berada dalam bayang-bayang orang-orang yang berani mengungkapkan segala rasanya. Saya tidak dapat membayangkan bagaimana hatinya pada saat mengantarkan mereka ke rumah saya. (Santi tahu kan siapa orang-orang itu... temen-temen deket BA juga) dan BA juga tahu bagaimana saya menolak mereka dan menjadikan mereka sebagai sahabat-sahabat saya. Dan bagaimana saya bisa mengerti hatinya kalau selama itu yang dia lakukan adalah berada dibalik bayang-bayang mereka?



Saya menyayangi dia, sungguh. Seumur hidup saya tidak pernah ada seseorang yang sebaik dia. Yang tak pernah menyakiti hati saya sedikitpun. Yang selalu bersedia menjadi seseorang tempat saya berlari. Ya, setiap kali saya butuh pertolongan, saya kan berlari kepadanya. Itu sebabnya dia termasuk salah satu orang yang saya undang pada ulang tahun ke 17 yang hanya terbatas pada 5 orang teman terbaik.



Saya selalu ingat bagaimana saya naik tangga hanya untuk mengintip ke rumahnya atau meneriaki Bapak dengan ucapan "Selamat sore, Pak" sambil sembunyi. (Kamu ga pernah tahu kan...). Batas kami cuma tembok itu, tembok yang cukup tinggi. Tapi, jujur saya suka mengamati kegiatan di halaman belakang itu. Menjelang Lebaran, Bapak & Ibu membuat ketupat di sana.



Sesungguhnya, dia sangat special buat saya. Itu sebabnya saya menangis berhari-hari saat tahu dia pergi. Saya sangat kehilangan dia. Bahkan saya sempat merekam satu kaset cerita mengenai apa yang pernah saya dan dia jalani. sayang kaset itu hilang pada saat saya pindah dari Bogor ke Purwakarta. Setiap hari bermimpi tentang dia sampai saatnya sempat menengoknya. Dia sangat berarti dalam hidup saya.



Tahukah kamu, saya pernah sampai mengejarnya ke Tajur saat saya dengar dia ada di sana. Tapi sayang, saya tidak bisa menemuinya...Katanya dia sudah pergi.



Maafkan saya jika saya tidak mampu mengerti apa yang dia simpan dibalik segala sikap santunnya, dibalik tatapan sejuknya dibalik setiap kata-katanya... Dan dia selalu istimewa buat saya (dan saat ini betapa saya rindu kepadanya)



Begitu banyak tentang dia dalam hati saya, Santi.

Semoga dia memaafkan saya atas segala kebodohan dan keegoisan saya ini.

Saya memang tak pernah bermaksud menyakiti hatinya yang amat baik



(Santi... tiba-tiba terbayang saat dia mengantarkan lampu semprong yang rusak.. dengan wajah takut dimarahi oleh kakak saya. Kakak saya tidak jadi marah karena melihat wajah melas itu. Dan justru saya yang sempat mengeluh karena merasa dibohongi oleh salah satu temannya. Dia hanya menatap dengan mata memohon maaf.)



Santi.. saya menyayanginya... tapi dengan cara yang mungkin tidak akan pernah dimengerti siapapun bahkan oleh dia pada saat itu. Dia akan selalu ada dihati saya seperti selama ini saya menyimpannya di tempat yang indah. Mungkin ditempatnya, dia sekarang jauh lebih mengerti apa yang saya rasakan, bahwa sayang saya jauh lebih agung dari sekedar cinta.



Tahukah kamu, waktu yang selalu begitu kuat mengingatkan padanya? Hari Raya Qurban. dan tahukan kamu mengapa saya tak pernah lagi mengunjungi rumahnya? Karena saya akan selalu menangis. dan saya tahu, dia tak pernah ingin melihat saya menangis. Dia bingung kalau lihat saya menangis.



Semoga Allah memberikan tempat terbaik baginya, seperti dia memberi tempat terbaik bagi saya dihatinya.



Jika ini sungguh sebuah cinta sejati.. maka saya sungguh menyesalinya karena tak pernah mengetahuinya. Ataukah cinta sejati memang harus dibawa mati? Jika saja saya tahu ada sebuah cinta sejati, mungkin saya tak pernah lagi mencarinya karena saat itu saya mencarinya pada orang yang salah.



Santi, terimakasih ..

seandainya saya bisa menebus semua ini..

segala salah saya pada BA..



Nuansa Bening itu mengalun dalam hati saya seperti yang dinyanyikan Keenan Nasution..

Tidak ada komentar: