di lorong itu
kita bertemu
lalu kau urai rindu
bukan milikmu
tapi tentang sahabatmu
kita bertemu
lalu kau urai rindu
bukan milikmu
tapi tentang sahabatmu
di depan aula kita berjumpa
lalu kau bercerita
tentang rasa
tentang bahagia
tapi bukan yang kau punya
lalu kau bercerita
tentang rasa
tentang bahagia
tapi bukan yang kau punya
di pinggir jalan Bara
sempat kau minta
tuk aku temui dia
mana ku bisa
karena yang ada di dada
bukan untuknya
sempat kau minta
tuk aku temui dia
mana ku bisa
karena yang ada di dada
bukan untuknya
di rumahku
kau datang mengantar sahabatmu
entah apa maksudmu
dan kupanggil bapakku
yang kusebut adalah namamu
dan tetiba wajahu bersemu
rasa marah berkecamuk
kau datang mengantar sahabatmu
entah apa maksudmu
dan kupanggil bapakku
yang kusebut adalah namamu
dan tetiba wajahu bersemu
rasa marah berkecamuk
maafkan aku
maafkan aku
tak ada yang tahu
hatiku
hatimu
maafkan aku
tak ada yang tahu
hatiku
hatimu
Beuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhhhh
