Selasa, 06 Mei 2008

Suara Hujan Itu

Saat ku terbangun tengah malam dalam sendu
Suara rintik hujan pertama lirih mengetuk genting tanah liatku
Jauh berdenting dalam hatiku
Membuka ruang kenangan tentang kamu

Melintas engkau dalam kenanganku
Wajahmu penuh senyum, menghirup harum tanah yang merebak saat hujan pertama itu
Wajahmu penuh cahaya, memandang titik hujan yang jatuh
Matamu yang begitu rindu, menatap jauh ke ujung langit mendung kelabu
Mencari sesuatu, yang hanya kau yang tahu
Selalu ku dengar doa syukurmu
Mengiringi rintik hujan jatuh saat itu

Dan saat aku di Bogor saat waktu sela,
Selalu kutatapi rintik hujan yang jatuh dimuka jendela lantai dua,
Melakukan seperti yang engkau suka,
Menatap jauh ke ujung langit, mencari engkau dalam cahaya
Meniru syukurmu dalam doa,
Menghirupi harum tanah basah

Suara hujan pertama,
Membuka sebuah kenangan penuh luka,
Tentang kesejatian cinta yang kau bawa,
Bersama keabadian duka
Yang kau tinggalkan buat aku dan dia

Malam itu,
kudengarkan suara hujan pertama,
Dalam kamar sunyi berteman air mata,
Walaupun ku tahu kau tak pernah suka
Melihatku berduka
Dan kau akan menghapusnya
Dengan tatapmu yang penuh cahaya

Tidak ada komentar: